Pilkada Ketapang 2024, Figur Muda Memberi Warna Baru

"Sekali lagi, saya pikir ini sesuatu yang perlu didorong, sehingga ada banyak pilihan. Kita perlu pahami, sekarang milenial jumlahnya banyak, walupun tidak mesti milenial memilih yang muda," kata Dr Zulkarnaen. Pengamat Politik sekaligus Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Tanjungpura (Untan),

Bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati Ketapang.
Bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati Ketapang.

KETAPANGNEWS.COM- Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ketapang tidak lama lagi akan digelar. Berdasarkan ketetapan pemerintah, Pilkada dilaksanakan pada November 2024 mendatang.

Menjelang pesta lima tahunan tersebut, di Ketapang sendiri kini banyak sejumlah nama bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati yang diprediksi mencalonkan diri. Mulai kalangan politisi, birokrasi, profesional maupun pengusaha.

Nama-nama tersebut merupakan mereka yang tidak asing lagi didengar di kalangan masyarakat. Terlebih lagi, sebagian besar dari mereka sekarang berada dalam pemerintah, baik di eksekutif maupun legislatif.

Dari sejumlah nama bakal calon pemimpin Ketapang, terdapat satu tokoh figur pemuda. Dia adalah Ketua Aliansi Jurnalis Ketapang (AJK), Theo Bernadhi. Dalam polling buatan netizen, sosok Theo dicantumkan dalam daftar pilihan calon Wakil Bupati.

Melihat hadirnya sosok anak muda pada kontestasi Pilkada Ketapang, mendapat respon positif berbagai pihak. Salah satunya muncul dari Pengamat Politik sekaligus Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Tanjungpura (Untan), Dr Zulkarnaen.

Zulkarnaen berpendapat, kehadiran anak muda di Pilkada akan membuat keberagaman pilihan. Menurutnya, beragamnya pilihan adalah satu hal baik untuk Ketapang. Karena selama ini cenderung mendorong mereka yang cukup usia.

“Saya pikir ini adalah hal yang baik untuk suatu konteks, dimana masyarakat Ketapang punya pilihan beragam,” kata Zulkarnaen ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (07/03/2024), sore.

Dia menyebut, terhadap mereka yang senior, tentu saja ada kelebihan dalam tanda kutip tentunya punya pengalaman. Namun, orang muda juga banyak kelebihannya pada sisi lain.

“Sekali lagi, saya pikir ini sesuatu yang perlu didorong, sehingga ada banyak pilihan. Kita perlu pahami, sekarang milenial jumlahnya banyak, walupun tidak mesti milenial memilih yang muda,” sebutnya.

Menyangkut analisa pilihan para milenial, Zulkarnaen menilai bahwa orang muda juga pilihan, apalagi pemilih pemula. Kecenderungan mereka akan mengidentifikasikan karena sosok.

Ia pun turut mengomentari tentang munculnya sosok Gibran Rakbuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden. Dia berujar, sosok tersebut punya pengaruh dan menjadi catatan bilamana itu bersifat linear ke daerah.

“Itu yang saya nilai, boleh jadi secara kontek rasional, salah satu katakanlah dengan gemoinya. Itu saya anggap mempengaruhi pilihan,” tambahnya.

“Jadi, keberagaman memang mesti harus disajikan, seperti usia muda dan sosok-sosok yang memang memberikan banyak pilihan bagi masyarakat. Ini merupakan pendidikan politik yang baik bagi Ketapang,” tukasnya. (Jay).

Leave a Reply

Your email address will not be published.