Rumah Ibadah di Sungai Melayu dan Nanga Tayap Dapat Bantuan

IMG-20200703-WA0108
Sekda Ketapang H. Farhan didampingi Asisten III menyerahkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

KETAPANGNEWS.COM- Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang kembali menyerahkan bantuan hibah untuk rumah ibadah di Kecamatan Sungai Melayu Rayak dan Nanga Tayap, Kamis (2/7). Penyerahan tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh Sekda Ketapang, H Farhan.

Adapun penerima hibah di Kecamatan Nanga Tayap yaitu Majelis Jemaat Gepembri Sekembar dan Gereja Paroki Santo Petrus Rasul. Sedangkan di Sungai Melayu Rayak, Gereja Penyebaran Injil Jemaat Filadelfia, Masjid Al-Muttaqin dan Masjid Jami’ Darul Muhajirin.

Sekretaris Daerah Ketapang, Farhan menyebutkan bahwa proses pemberian hibah dilakukan melalui sebuah sistem yang di bangun menggunakan E-hibah. Tujuannya dalam rangka menghindari adanya pemberian-pemberian hibah secara piktif.

Menurutnya, dibeberapa tempat, pemberian-pemberian hibah yang dilakukan oleh pemerintah, baik pusat maupun Kabupaten/Kota selalu dihadapkan dengan persoalan-persoalan hukum.

“Dengan demikian, Ketapang adalah salah satu Kabupaten yang sudah menerapkan atau membangun sistem E-hibah itu. Dengan sistem tersebut, masyarakat membuka website kita dan bisa mengajukan hibah ke Pemerintah Ketapang,” kata Farhan.

Farhan menyampaikan, kehadirannya bersama staff dalam penyaluran hibah di berbagai tempat guna memastikan penerima hibah memang benar-benar ada. Sekaligus menekankan agar pengelolaan dana yang diberikan bisa dimanfaatkan dan dipertanggungjawabkan.

“Kami langsung hadir disini untuk menyaksikan langsung penyalurannya. Walaupun dikumpulkan disini dan tidak ke masing-masing tempat, tapi setidaknya kami bisa bertemu dengan penanda tangan naskah perjanjian hibah,” katanya.

Dalam penerimaan hibah, dia memastikan tidak ada pungutan liar (Pungli) oleh oknum-oknum yg merusak citra pemerintah. Jika hal demikian terjadi, masyarakat diminta segera melaporkan ke pihaknya agar oknum tersebut di proses hukum.

“Jangan sampai ada pungli dalam hibah ini. Saya ingin bekerja dengan sebuah perubahan besar untuk kemajuan Kabupaten Ketapang yang kita cintai,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga mensosialisasikan protokol kesehatan memasuki tatanan hidup baru atau New Normal yang produktif dan aman dari Covid-19. Itu disampaikan lantaran pendemi Covid-19 belum selesai di Indonesia, termasuk negara-negara lain.

“Jadi kita tidak harus terpaku dengan keadaan ini, kita harus memulai tatanan hidup baru dengan memperhatikan protokol kesehatan,” pungkasnya. (Adv/Jay).

Leave a Reply

Your email address will not be published.