Upaya Pemkab Antisipasi Lonjakan Covid-19, Bakal Tambah Ruang Isolasi

IMG-20200416-WA0012-e1587009931249
Sekda Ketapang Farhan saat meresmikan rumah singgah di PT BSM belum lama ini.

KETAPANGNEWS.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ketapang kembali berencana mencari tempat untuk menambahan ruang isolasi.

Itu dilakukan guna mengantisipasi meningkatnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP), pasien reaktif maupun positif Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang, H Farhan mengatakan, saat ini di Ketapang baru terdapat satu rumah singgah dengan kapasitas 19 ruang isolasi.

“Jika semua PDP tidak melakukan isolasi mandiri dan ditempatkan dirumah singgah, dipastikam ruangannya tidak cukup,” katanya Minggu ( 10/5).

Untuk itu, Pemda sekarang sedang mengupayakan peminjaman kembali kelompok perumahan di PT BSM. Strateginya adalah, pasien reaktif akan digeser ke rumah itu.

“sedangkan pasien positif pokus di gedung utama Eks BSM,” ujarnya.

Sekda mengungkapkan, selain di lokasi PT BSM, Puskesmas Kedondong, Kecamatan Delta Pawan juga direncanakan untuk penempatan pasien rekatif. Pasalnya, hingga kini Puskesmas yang telah rampung dibangun tahun 2019 itu belum difungsikan.

“Saya sudah perintahkan staf meninjau lokasi lain, selain di PT BSM. Lokasi itu terletak di Puskesmas Kedondong. Kemungkinan akan ditempatkan pasien reaktif disana,” paparnya.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Ketapang ini menyebutkan, khusus ruang isolasi di RSUD Agoesdjam dengan kapasitas 22 kamar akan dimaksimalkan.

” Bahkan, saat ini direncanakan pembangunan ruang isolasi di RSUD , Kita berusaha memaksimalkan 22 ruang isolasi di RSUD yang hari ini belum ditempati semua,” ucapnya.

Menurutnya, jadi jika kondisi pasien sudah terlalu banyak, maka strateginya adalah pasien positif digeser ke RSUD.

Kemudian, di RSUD juga dipersiapkan pembangunan ruangan isolasi baru, tepatnya di ruang kebidanan. Kepala Bappeda sudah diperintahkan untuk melakukan rapat bersama Direktur RSUD membahas persiapan pembangunannya.

“Nanti ketika ditetapkan ruang isolasi di ruang kebidanan, maka pasian berkaitan dengan kebidanan digeser ke RS Fatima. Namun akhir dari ini semua, kita berharap tidak ada lagi penambahan PDP, rektif maupun positig. Kita terus ikhtiar dan berdoa agar Covid-19 segera berakhir,” paparnya.

Ia menambahkan, selain upaya-upaya dari Pemerintah Ketapang, khusus di perkebunan sawit PT Cargill telah mempersiapkan ruang isolasi di perusahaanya. Sehingga memudahkan penanganan jika ada pasien berasal dari wilayah dekat lingkungan Cargill.

“Sebagai informasi, bahwa mereka (PT Cargill) mempersiapkan ruang isolasi khusus di perusahaan. Petugas medisnya disana juga lengkap. Kedepan kita tinggal mencocokan data saja, kalau misalnya ada pasien berasal dari wilayah perkebunan Cargill bisa ditempatkan disana,” tambahnya. (Adv/Jay).

Leave a Reply

Your email address will not be published.