Belum Rapid Test, Gugus Tugas Covid-19 Akan Datangi Pelajar Temboro

Tim-Gugus-Tugas-Penanggulangan-Covid-19-Ketapang-saat-menggelar-konferensi-pers-mengenai-perkembangan-kasus-Covid-19-di-Ketapang-1
Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Rustami ( tengah).

KETAPANGNEWS.COM– Pendataan pelajar dari Temboro, Magetan, Jawa Timur di Kabupaten Ketapang terus dilakukan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Data terakhir menunjukkan terdapat 122 pelajar, 82 diantaranya sydah melakukan rapid test dengan hasil lima orang reaktif.

Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Rustami, mengatakan hingga kini masih ada 40 pelajar Temboro di Ketapang belum melakukan rapid test. Pihaknya masih memberikan waktu kepada pelajar maupun orangtuanya agar mendatangi posko Covid-19 terdekat guna rapid test.

“Kami menghimbau kepada para pelajar dari Temboro yang sampai saat ini belum rapid test, agar dengan penuh kesadaran dapat memeriksakan diri ke posko kesehatan terdekat. Jika tidak, maka tim gugus tugas dibantu Polri dan TNI akan mengambil tindakan mendatangi rumah-rumah yang bersangkutan,” kata Rustami, Jumat (15/5).

Menurut Rustami, langkah tersebut perlu dilakukan karena masih banyak pelajar dan keluarga pelajar asal Temboro tidak kooperatif. Padahal Rapid test merupakan salah satu cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Rapid test adalah metode skrining awal mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan Corona. Bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya orang tersebut pernah terpapar. Namun tidak berarti positif Covid-19,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rustami menyebutkan bahwa rapid test hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan mendiagnosa infeksi Virus Corona.
Bagi orang dengan hasil rapid test non-reaktif, maka perlu dilakukan sekali lagi rapid test sekitar 7-10 hari setelahnya.

“Kemudian disarankan untuk isolasi mandiri selama 14 hari agar dapat dipastikan bahwa orang itu non-reaktif. Jadi bagi orang yang hasil rapid test reaktif, akan dilakukan pengambilan swab untuk tes PCR guna memastikan apakah orang itu terinfeksi covid-19 atau tidak,” lanjutnya.

“Bahkan rapid test hanya diprioritaskan untuk orang yang lebih beresiko terkena Covid-19 dengan gejala dan kriteria tertentu,” timpal Kepala Dinas Kesehatan Ketapang ini.

Dia menegaskan, Covid-19 adalah penyakit infeksi yang virusnya begitu agresif karena penularannya sangat cepat. Misalnya tertular lewat intraksi saat berada di kerumunan massa.

“Untuk itu, kami imbau masyarakat agar mengikuti arahan Pemerintah. Diantaranya selalu pakai masker ketika keluar rumah dan menghindari keramaian. Mari sama-sama saling mengingatkan, bergotong-royong dan membantu sesama. Serta tak lupa berdoa agar pandemi ini segera berakhir,” pintanya. (Adv/Jay).

Leave a Reply

Your email address will not be published.