MUI Ketapang Serukan Tarawih Dirumah

Screenshot_2020-04-23-13-59-46-1
Ketua MUI Kabupaten Ketapang, KH. Moh. Faisol Maksum ( kiri).

KETAPANGNEWS.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang menyampaikan enam seruan khususnya bagi umat muslim di Kabupaten Ketapang berkenaan dengan penyelenggaraan ibadah dibulan suci ramadhan tahun 1441 H dalam kondisi darurat Covid-19 seperti saat ini.

Ketua MUI Kabupaten Ketapang, KH. Moh. Faisol Maksum Rabu (24/4) mengatakan, ada enam seruan yang dikeluarkan pihaknya terkait pelaksanaan ibadah dibulan suci ramadhan ditengah kondisi seperti saat ini.

Diantaranya, pertama bahwa MUI Ketapang menyerukan agar masyarakat Ketapang khususnya umat muslim untuk senantiasa menjaga kondusifitas, kenyamanan dan kesucian bulan suci ramadhan dengan memperbanyak amaliah dan mendekatkan diri kepada Allah serta memanjatkan doa agar pandemi ini segera berlalu.

Kedua menyerukan agar melaksanakan amaliah sunnah ramadhan berupa salat tarawih dan tadarus dirumah masing-masing sesuai dengan surat edaran menteri agama.

Ketiga mempertegas dan menguatkan kembali imbauan MUI Ketaoang yang telah dikeluarkan terkait wabah Covid-19.

Keempat untuk tidak melaksanakan salat Jumat di masjid tetapi menggantinya dengan salat zuhur dirumah untuk sementara waktu sampai pemerintah mengumumkan kondisi normal.

Lanjutnya, seruan kelima yakni tidak menyelenggarakan jamaah salat rawatib atau salat lima waktu namun adzan tetap dikumandangkan sebagai tanda masuknya waktu salat.

Keenam meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas warga yang melanggar intruksi Bupati dan seruan MUI sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian surat seruan dikeluarkan agar semua pihak dapat memaklumi dan dilaksanakan sebaik-baiknya.

Ia mengaku, seruan yang disampaikan pihaknya dengan memperhatikan yang pertama bahwa Gubernur Kalbar telah menetapkan Kalimantan Barat sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 berdasarkan surat edaran gubernur tentang KLB/Tanggap darurat Covid-19, tertanggal 17 Maret 2020.

Kemudian memperharitikan intruksi Bupati Ketapang tentang kewaspadaan penularan dan penyebaran Covid-19 tertanggal 23 Maret 2020 dan memperhatikan fatwa MUI tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah Covid-19 tertanggal 16 Maret 2020 serta surat edaran menteri agama tentang panduan ibadah ramadhan dan idul fitri ditengah pandemi wabah Covid-19 serta informasi dari tim gugus tugas penanganan Covid-19 bahwa Ketapang sudah terdapat 5 orang positif Covid-19 hingga Rabu 22 April 2020.

“Serta hasil rapat pengurus dewan pimpinan MUI Ketapang dengan satuan kerja pemerintah daerah, kepala dinas kesehatan, kepala kantor kementrian agama ketapang dan ketua pengurus masjid Ketapang pada 20 April 2020 dan dilanjutkan dengan rapat pimpinan harian MUI Ketapang 21 April 2020,” jelasnya.

Ia menambahkan, terkait masih adanya masyarakat yang melaksanakan kegiatan mengundang banyak orang dalam kegiatan keagamaan ia menegaskan hal tersebut sudah menjadi kewenangan aparat terkait untuk menyikapinya.

“Dalam menyikapi kondisi ini perlu kerjasama semua pihak, MUI dalam hal ini cukup menyampaikan seruan dan imbauan ini,” pungkasnya. (Jay).

Leave a Reply

Your email address will not be published.