Musancab PDI-P Ketapang Ricuh

E2DFA645-2C9C-4C84-A7AF-C325C53B3DE7-840x480-1
Screnshot video suasana ricuh saat Musancab DPC PDI-P Ketapang Minggu ( 8/3).

KETAPANGNEWS.COM – Musancab Tujuh Kecamatan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai PDI Perjuangan Ketapang pergantian dan pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC) baru Minggu ( 8/3) sempat ricuh.

Video kericuhan beredar di media sosial dimana Demisioner Bendahara PAC Kecamtan Delta Pawan, Sadran tampak marah ke Ketua DPC PDIP Ketapang Kasdi.

“Kami merasa dipermainkan Ketua DPC, karena mekanisme yang telah kami laksanakan sesuai AD/ART Partai tidak digunakan DPC dalam Musancab ini,” ungkapnya kepada wartawan Minggu (8/3).

Sadran menjelaskan, Musancab merupakan kegiatan pergantian pengurus PAC yang mana sesuai mekanisme partai sebelum Musancab digelar terlebih dahulu dilaksanakan Musyawarah Ranting (Musran) oleh para PAC.

“Harusnya sesuai AD/ART partai Musran hanya dilakukan kepengurusan PAC resmi,” jelasnya.

Sadran mengatakan Pihak PAC yakni Ketua, Sekretaris dan Bendahara PAC Delta Pawan melaksanakan Musran dan telah di laksanakan sesuai aturan.

“Ternyata selain kami, Pak Kasdi menyuruh Wakil Ketua PAC yakni Kirin untuk melaksanakan Musran di Delta Pawan juga,” ungkapnya.

Menurut Sadran, hal ini sama saja membuat kubu-kubuan di tubuh PAC Delta Pawan. Iapun mengaku kesal setelah hasil Musran yang dilaksanakan kepengurusan PAC Delta Pawan sebelum demisioner di 9 desa/kelurahan se-Kecamatan Delta Pawan yang menghasilkan namanya sebagai Ketua PAC Delta Pawan malah tidak digunakan oleh partai dan malah menggunakan hasil Musran yang dilakukan Kirin.

Ia menuturkan, setelah Musran dan melaksanakan rapat PAC dikumpulkan nama-nama hasil muswarah mufakat dari setiap ranting di Musran.

“Dan nama saya terbanyak, sesuai mekanisme hasil Musran kami serahkan ke DPC untuk kemudian disampaikan ke DPD. Nyatanya saat Musancab hasil Musran kami tidak digunakan bahkan di absen ranting-ranting yang kami bentuk malah tidak ada namanya dan malah menggunakan Musran yang dilakukan H Kirin,” tegasnya.

Atas dasar tersebut, dirinya memprotes dan marah pada kegiatan Musancab lantaran adanya proses partai yang tidak dilaksanakan dengan benar.

Untuk itu tegasnya, Ia berencana akan melaporkan persoalan ke DPD dengan tembusan ke DPP agar diketahui dan dapat dilakukan evaluasi.

“Ini bukan soal jabatan, bagi saya ada jabatan atau tidak saya tetap mendukung PDIP, hanya saja kita tidak mau marwah partai hilang karena kepentingan oknum,” ucapnya.

Kasdi: Itu Hal Biasa Dalam Demokrasi

Ketua DPC PDIP Ketapang, Kasdi menjelaskan tujuan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang digelar selain sebagai konsolidasi partai juga untuk penyegaran pengurus di tingkat kecamatan atau PAC.

“Karena penyegaran ditingkat desa sudah dilakukan, tadi rapat dipimpin pihak DPD yang membacakan tiga nama struktur kepengurusan yang mendapatkan rekomendasi menjadi Ketua, Sekretaris dan Bendahara PAC,” katanya saat dikonfirmasi wartawan.

Terkait adanya kericuhan pada Musancab, Kasdi menilai hal tersebut merupakan hal biasa dalam proses demokrasi dan terlebih jika terdapat dinamika antara para calon ataupun protes dari kader.

“Itu hal biasa, tidak ada masalah,” ucapnya.

Menurut Kasdi, pihaknya sudah melakukan semua sesuai aturan yang ada dan mereka yang protes itu masa jabatan sesuai SK 2015-2020 telah berakhir maka di demisionerkan.

“Sehingga harus ada pengurus baru dan memang dipengurusan baru ada yang masih ada yang tidak lagi,” jelasnya.

Kasdi mengaku, dari DPC sendiri telah mengusulkan sekitar 7-8 nama ke DPD dan yang keluar ada tiga nama bahkan ketiga nama itupun baru diketahuinya saat Musancab.

“Kalau ada yang tidak puas itu hak mereka,” katanya.

Kasdi mengungkapkan, pergantian kepengurusan Partai itu hal yang biasa. Ia mencontohkan dulu pak Cornelis sekarang pak Lasarus, dulu pak Budi sekarang dirinya.

“Yang pasti penyegaran ini menjelang Pilkada agar bisa berperan aktif kedepannya,” pungkasnya.(Jay)

Leave a Reply

Your email address will not be published.