Dituding Lelang Proyeknya Tak Sesuai Spek, Kadisperindagkop: Itu Tidak Benar

Kadis Perindag
Penandatanganan Prasasti ULP metrologi Ketapang oleh kementerian tahun 2018.

KETAPANGNEWS.COM—Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ketapang, Toni Jaya SH MH ‎membantah tuduhan tentang lelang proyek dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun2018 tidak sesuai spek.

Menurutnya, dana lelang proyek mencapai 1,1 Miliyar tersebut untuk pembelian alat tera maupun tera ulang untuk alat ukur, takaran dan timbangan UPT Metrologi Tipe A yang telah diresmikan oleh Kementerian Perdagangan, Enggartiasto Lukita, 6 Desember 2018 lalu.

Alat-alat yang dibeli, lanjut dia, sebanyak 30 alat yang sudah sesuai dengan harga kontrak seluruhnya berkualitas standar, dan dari alat tersebut ada diantarnya bersifat sensitif.

“Untuk semua alat tera ‎maupun tera ulang yang kita beli melalui DAK semua sudah melalui mekanisme lelang ULP, serta dimenangkan oleh perusahaan dengan legalitas jelas,” kata Toni Jaya, Rabu (29/5).

Dengan demikian, sambung Toni, jika ada pihak yang mengatakan pengadaan alat tersebut ‎dirubah speknya, itu tidaklah benar. Sebab ia mengaku sudah melakukan adendum pengadaan di dinas untuk alat tersebut.

Menurut dia, dengan adanya pengadaan alat ULP Metrologi ini diharapkan dapat berlakunya Perda tentang retribusi Tera dan Tera Ulang. Sehingga dapat meningkatkan PAD.

“Sebelumnya dengan belum adanya alat tersebut kita di Ketapang harus didampingi USL Banjarmasin dan Bandung. Maka kita patut bersyukur bisa berdiri sendiri,” ungkapnya.

Karena beberapa alat ini sudah di fungsikan, maka saat ini diakuinya sudah dapat melayani perusahaan – perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Ketapang.

“Karena kita sudah oprasional sendiri dan melayani perusahan – perusahaan yang ada di Ketapang, maka alat – alat yang kita pakai sekarang ini adalah alat pengadaan  tahun 2018, jadi bohong besar alatnya disimpan di gudang dan tidak digunakan,” bantahnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.