Polres Ketapang Ajak Masyarakat Monitor Kasus Ahok

“Perkataan Ahok melukai hati banyak ummat islam. Dari itu ahok harus mendapat ganjaran setimpal yakni menjalani proses hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas RD Rusli Jumadi

massa-menuju-polres
Pengunjuk Rasa melakukan longmarch sambil berorasi menuntut Ahok dari halaman Telkom menuju halaman Polres Ketapang. Jum’at (4/11).

KETAPANGNEWS.COM—Aliansi Pembela Islam (API) yang tergabung dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ketapang dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi damai menuntut Ahok, di halaman Mapolres Ketapang, Jum’at (4/11).

Koordinator Lapangan (Korlap), RD Rusli Jumadi mengatakan aksi yang digelar pada hari ini (Jum’at-red) merupakan pembelaan terhadap agama islam dan al qur’an yang telah dihina oleh Ahok. Dalam hal ini, saudara Ahok harus bertanggung jawab atas ucapannya dihadapan hukum.

“Aksi damai ini kami laksanakan adalah murni gerakan akidah sebagai umat islam yang memegang teguh keyakinan terhadap agama dan al-qur’an sebagai kitab suci kami,” kata pria yang akrab disapa Raden ini dalam orasinya.

Lanjutnya, sebagai negara yang berazaskan pancasila, tak sepantasnya perkataan tersebut keluar dari mulut seorang pejabat publik. Menurutnya perkataan dari mantan Gubernur tersebut telah melukai jutaan hati ummat islam.

“Perkataan Ahok melukai hati banyak ummat islam. Dari itu ahok harus mendapat ganjaran setimpal yakni menjalani proses hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya.

Ia menambahkan, guna menjaga kerukunan antar ummat beragama di Negara Indonesia ini, Polisi Republik Indonesia (Polri) harus segera memproses ahok. Ini diminta agar indonesia tetap dalam keadaan yang kondusif.

“Guna menjaga keaadan agar tetap kondusif, salah satu caranya Ahok harus dipenjara, karena keinginan ummat islam yang pro dan aksi serentak hari ini hanya menginginkan ahok di adili seadil-adilnya,” ujarnya.

massa-hmi-dan-kammiSementara itu, Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kabag Ops Polres Ketapang, Kompol Alfan mengajak para pengunjuk rasa dan masyarakat Ketapang agar bersama-sama  memonitor serta mengikuti perkembangan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok tersebu.

Alfan menjelaskan, saat ini kasus tersebut dalam proses pemeriksaan saksi-saksi terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Untuk itu ia meminta kepada seluruh pengunjuk rasa agar bersama-sama monitor perkembangan kasus ini melalui media massa dan media elektronik.

Menurutnya, saat ini kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi yang telah ditangani Polda Metro Jaya, karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di Jakarta. Ini disampaikan kepada pengunjukrasa agar diketahui wilayah tugas kepolisian disetiap Provinsi dan Daerah.

“Sesuai tuntutan adik-adik yang meminta Gubernur Jakarta Ahok di proses secara hukum, mari kita bersama-sama mengikuti perkembangan kasusnya melalui media massa dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwajib,” ajaknya.

Selain itu, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pengunjuk rasa yang menjalankan aksinya sesuai prosedur dan secara damai. “Kami siap mengawal aksi adik-adik semua jika memang akan melanjutkan aksi damainya ke tempat lain,” tutupnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.