KAHMI Ketapang Gelar Workshop Perlindungan Anak Daerah

Ketua Panitia, Adang Hamdan: Kegiatan workshop ini dilaksanakan sebagai media berdiskusi semua unsur dalam menyikapi problem anak serta menemukan hasil berupa rekomendasi.

worksop-perlindungan-anak
Suasana Workshop Perlindungan Anak Daerah yang dilaksanakan KAHMI Ketapang, Kamis (2/10). Foto: Abdul Salim

KETAPANGNEWS.COM—Guna mengatasi problem terhadap anak, baik sebagai korban ataupun pelaku, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Ketapang menggelar Workshop Perlindungan Anak Daerah, Rabu (2/11) di aula Bappeda.

Kegiatan yang bertemakan inisiasi upaya perlindungan anak sebagai penyelamatan aset daerah tersebut dibuka langsung oleh Bupati Ketapang melalui Asisten II, H Farhan SE Msi.

Hadir sebagai narasumber dalam acara diantaranya unsur pemerintah yang diwakili Asiste II, Ketua Pokja Data dan Informasi KPAID Provinsi Kalbar Alik R Rosyad, Polres Ketapang diwakili Kasat Reskrim AKP Putra Pratama dan Psikolog Anak.

Peserta yang hadir berjumlah kurang lebih 50 orang dari berbagai unsur yakni, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Anak, Penggiat anak, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, OKP dan Organisasi Mahasiswa serta peserta undangan lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Adang Hamdan dalam laporannya mengatakan, kegiatan workshop ini dilaksanakan sebagai media berdiskusi semua unsur dalam menyikapi problem anak serta menemukan hasil berupa rekomendasi.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data dari Polres Ketapang, Januari hingga Oktober 2016 ada sekitar 21 kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). Sekitar 18 di antaranya merupakan kasus pencabulan atau persetubuhan yang korbannya adalah anak-anak dibawah umur.

Beranjak dari hal ini, lanjutnya, KAHMI Ketapang mengambil langkah yaitu melaksanakan Workshop Perlindungan Anak Daerah dengan menghadirkan pemateri yang berkompeten.

“Banyaknya kasus tersebut membuat banyak pihak prihatin baik di Ketapang bahkan luar Ketapang merasa prihatin diantaranya mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menyikapinya serius persoalan tersebut,” ujarnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.