Sungai Laur Kembali Dilanda Banjir

Banjir
Tim Gabungan (Polri, TNI dan BPBD) sedang melakukan pengukuran ketinggian air, Selasa (14/1).

SUNGAI LAUR, KN—Sejak empat hari terakhir pada Januari 2020, sejumlah Desa di Kecamatan Sungai Laur Kabupaten Ketapang kembali terendam banjir. Hal itu disebabkan tingginya curah hujan yang melanda Kecamatan tersebut beberapa waktu lalu.

Warga Desa Bayun Sari Kecamatan Sungai Laur, Muhammad Sadikin (32) menyebutkan terdapat kurang lebih sembilan Desa terkena banjir. Diantaranya Desa Bayun Sari, Harapan Baru, Sepotong, Selangkut Rata, Bengaras, Sempurna, Teluk Mutiara, Suka Ramai dan Teluk Bayur.

Menurutnya, banjir kali ini adalah yang kedua kalinya dengan kondisi lebih parah ketimbang banjir kemarin. Bahkan juga sudah ada sebagian warga mengungsi ketempat lebih tinggi.

“Banjir sekarang lebih parah dari kemarin, bahkan sudah ada beberapa warga mengungsi, di Desa Bayunsari ada lima KK yang mengungsi. Sedangkan di Desa lain saya belum mengetahui,” kata Sadikin, Selasa (14/1).

Dia melanjutkan, kondisi banjir yang terjadi di Sungai Laur sudah berlangsung empat hari dengan ketinggian air bervariasi. “Ketinggiannya bervariasi, ada yang 1 meter bahkan lebih, itu tergantung lokasi rumah warga, apakah ditempat tinggi atau dataran rendah,” jelasnya.

Ia menambahkan, akibat banjir yang menggenang terpaksa aktivitas sekolah diliburkan sementara waktu hingga air berangsur surut. Selain fasilitas pendidikan, kantor Forkopimcam (polsek-red) juga terdampak banjir.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Sungai Laur, IPTU Abdul Muhlis membenarkan bahwa saat ini kantor Polsek Sungai Laur dan asrama (perumahan anggota) terkena banjir dengan ketinggian sekitar 10 cm dari lantai.

“Sampai sekarang Kantor Polsek masih terendam air. Ketinggian air bervariasi, parahnya ada yang mencapai dua meter hingga lebih terutama di pemukiman warga yang berada  didataran rendah,” sebutnya.

Sementara untuk memberikan pelayanan penanggulangan banjir, pihaknya membuat posko gabungan yang didalamnya terdiri dari Polsek, Koramil, BPBD, SAR, Kecamatan dan tim Kesehatan. Menurutnya kemungkinan besok (15/1) sudah bisa digunakan.

“Untuk informasi sementara, hingga saat ini berdasarkan hasil pengecekan tim dari TNI, Polri, BPBD, SAR, Kecamatan dan Puskesmas belum ada korban jiwa dan terserang penyakit akibat banjir. Pada hari ini, bantuan sudah mulai dibagikan kepada warga terdampak banjir,” terangnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga berkoordinasi dengan PLN agar melakukan pemadama arus listrik lantaran dikhawatirkan adanya aliran yang terendam.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, Yunifar turut membenarkan jika banjir yang melanda sebagian Desa di Kecamatan Sungai laur dikarekan Intensitas curah hujan sangat tinggi beberapa hari belakangan.

“Sebab itulah volume air naik, sehingga meluap dan membanjiri pemukiman warga, seperti di Desa Sepotong, Teluk Mutiara, Riam Bunut, Sukaramai, Mekar Harapan, Bengaras dan Sungai Daka,” ungkap Yunifar ketika diwawancara media.

“Apabila hujan tinggi kembali terjadi, maka dipastikan air akan semakin besar. Sedangkan proses penyurutan  akan terhambat bila Sungai Pawan mengalami peningkatan volume air,” timbal dia.

Ia menambahkan, terkait jumlah rumah warga yang terkena dampak banjir berkisar 500 rumah, termasuk kantor Polsek dan Kantor Koramil. Sedangkan bantuan sendiri akan segera diberikan, khususnya pada warga yang rumahnya terendam.

“BPBD juga sudah menyiapkan beberapa fasilitas untuk warga agar bisa melakukan aktifitas. Bantuan juga akan segera diberikan,” ujarnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.