Polemik Data CPP, Camat Kendawangan Akan Panggil Pemdes Seriam

Harapkan Keterbukaan Data

Kebun Sawit
Kebun Sawit – Net

KETAPANGNEWS.COM—Terjadinya penambahan data pola B Calon Petani Plasma (CPP) mencapai 1.341 KK di Koperasi Agro Seriam Mandiri (ASM), Desa Seriam Kecamatan Kendawangan masih menjadi polemik bagi petani plasma pola A atau pemilik SK Bupati.

Pasalnya, dengan bertambahnya jumlah data pola B menjadi 1.341 berdampak pada petani pola A, yakni pemotongan gaji sebanyak 15 persen. Sebelumnya, masyarakat telah menyepakati adanya data penerima pola A dan pola B di Koperasi ASM.

Pola A merupakan data resmi atau memiliki SK Bupati, sedangkan Pola B atas kebijakan Desa untuk mengakomodir petani yang belum masuk data. Sementara gaji Pola B diambilkan 10 persen dari pola A. Jumlah pola A sendiri 660 KK dan 140 sedang proses SK Bupati dari luasan lahan kemitraan 1.320 hektare PT ASM BGA Group.

Untuk Pola B awalnya hanya disepakati 106 KK dengan total lahan kemitraan 280 hektare. Berjalan waktu data bertamah 551 dan kemudian berubah 1.341 hingga berdampak pada pemotongan 15 persen gaji data A.

Berubahnya data membuat petani pola A mengeluh lantaran tanpa sepengetahuan. Menyikapi persoalan tersebut, Pemerintah Kecamatan Kendawangan dalam waktu dekat akan melakukan mediasi dengan melibatkan berbagai pihak.

“Tanggal 17 Desember 2019 mendatang, kita akan melakukan mediasi tingkat Satgas yang melibatakan Kapolsek, Danramil, Pemerintah Desa Seriam dan Koperasi ASM,” kata Camat Kendawangan, Rohendi SH, Rabu (4/12) siang.

Menurut Rohendi, mediasi yang dipasilitasi pihaknya untuk mencari solusi atas persoalan yang terjadi di Koperasi ASM. Terlebih kata dia, pemerintah Kecamatan sifatnya hanya memediasi.

Ia melanjutkan, sepengetahuannya data petani A atau sudah memiliki SK Bupati berjumlah 660 KK dengan proses tiga tahap. Adapun data B, mungkin merupakan akomodir sebagian petani Desa Seriam yang belum masuk data.

“Sebenarnya soal data CPP itu antara Pemerintah Desa dengan Koperasi. Tapi karena data B 1.341 yang jadi polemik, kita akan lakukan mediasi. Semoga ada kejelasan dan jalan keluar,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu Petani pemilik SK Bupati di Koperasi ASM, Nodi Mansyah (37) berharap mediasi yang akan digelar 17 Desember menghasilkan keputusan bijak dengan tidak merugikan para petani.

Dia mengatakan, adanya penambahan data B 1.341 sangat membertakan petani pola A, yaitu terjadinya pemotongan 15 persen gaji per tiga bulan. Ia menilai data tersebut tidak masuk akal lantaran tidak diketahui siapa orang-orang yang masuk dalam data B itu.

“Kita harap mediasi di Kecamatan nanti menghasilkan keputusan bijak. Kita  juga meminta adanya keterbukaan data B yang 1.341 itu, siapa – siapa orangnya. Sebab data itulah pemicu protes petani plasma data A,” pintanya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.