Kontrak Proyek Renovasi Puskesmas Kedondong Hampir Berakhir

Pelaksana Proyek: Media Tidak Boleh Telpon dan Bertanya

Rehabilirasi Puskesmas Kedondong
Rehabilitasi/Renovasi Puskesmas Kedondong, Kecamatan Delta Pawan yang masih tahap pengerjaan, Selasa (3/12) sore.

KETAPANGNEWS.COM—Menjelang akhir kontrak, sejumlah proyek fisik di Kabupaten Ketapang dari berbagai instansi masih terus dikerjakan. Salah satunya Rehabilitasi/Renovasi Puskesmas Kedondong, Kecamatan Delta Pawan oleh CV Jaya Laksana Putra dibawah Dinas Kesehatan.

Proyek senilai Rp4,8 miliar yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler itu akan berakhir pada 8 Desember 2019. Meski lelang lebih awal dibanding Relokasi tiga Puskesmas di perhuluan, untuk progres masih sama yakni 90 persen lebih.

“Untuk progres pekerjaan Puskesmas Kedondong hingga kini sudah 90 persen lebih. Kontraknya berakhir 8 Desember 2019 mendatang,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Agus Tri Handoko, Selasa (3/12).

Agus menjelaskan, lelang proyek Rehabilitasi Puskesmas Kedondong lebih awal dilaksanakan. Pasalnya menggunakan DAK Reguler tahun 2019, sedangkan tiga proyek di Kecamatan Perhuluan menggunakan DAK Afirmasi.

“Lelangnya memang lebih awal dan hanya pekerjaan fisik. Proyek itu (Puskesmas Kedondong – red) menggunakan DAK Reguler, bangunan pun lebih kecil dari tiga Puskesmas yang di perhuluan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pekerjaan masih dapat dilaksanakan diatas tanggal berakhirnya kontrak jika sudah selesai 100 persen sesuai kontrak. Terlebih masih ada masa pemeliharaan bangunan oleh pelaksana.

“Kalau untuk masa pemeliharaan boleh, tapi pekerjaan harus tetap 100 persen dulu sesuai batas akhir kontrak,” ucap Kabid Sumber Daya Kesehatan itu.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Proyek Rehabilitasi Puskesmas Kedodong, AI mengaku terus memaksimalkan pekerjaan hingga akhir batas kontrak 8 Desember. Saat ini pihaknya sedang mengerjakan ACP bangunan tersebut.

“Kita tetap maksimalkan pekerjaan. Sekarang lagi mengerjakan ACP,” ujar AI ketika dikonfirmasi Ketapangnews melalui handphonya, Selasa (3/11) sore.

Saat ditanya media mengenai tahap pekerjaan yang dilaksanakan sekarang, meski dia menjawab sedang pengerjaan ACP, AI justru mengajak untuk bertemu. Dia juga menyebut media tidak boleh menelpon dan bertanya.

“Tidak usah lewat telpon lah, ketemu saja. Mediakan tidak bolehlah langsung nelpon dan bertanya, ketemu kenapa. Kalau mau ketemu, silahkan kita ketemu, ketusnya.

Tidak hanya itu, dia juga bertanya kepada awak media tentang siapa yang menyuruh menghubungi dirinya. “Yang nyuruh (menghubungi-red) siapa,” ucapnya mengakhiri.

Terlepas apa motif pelaksana proyek mengajak bertemu serta bertanya siapa yang menyuruh menghubunginya, belum diketahui maksud dan tujuannya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.