Soal UMSK Ketapang, Asosiasi Pengusaha Yakin Ada Titik Temu

Dewan Pengupahan
Pelaksanaan Sidang Pleno pembahasan UMK dan UMSK, Kamis (7/11).

KETAPANGNEWS.COM—Sidang Pleno pembahasan Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan Upah Minimum Sektor Kabupaten (UMSK) tahun 2020 yang berlangsung di Aula Kantor Disnakertrans Kabupaten Ketapang, Kamis (07/11) masih belum menetapkan nominal besaran UMSK.

Untuk UMK Ketapang sendiri telah ditetapkan sebesar Rp 2.860.323. Sedangkan pembahasan UMSK terpaksa harus ditunda hingga besok Jum’at (08/11). Belum ditetapkannya nominal UMSK sendiri lantaran belum ada kesepakat antara Serikat Pekerja dan Asosiasi Pengusaha.

Ketua Asosiasi Pengusaha Kabupaten Ketapang, Riduan SP menjelaskan, bahwa sidang akan dilanjutkan pada Jumat (07/11) dikarenakan suasana yang sudah tidak kondusif dan belum adanya kesepakatan antara asosiasi pengusaha dan serikat pekerja.

“Dari kita sempat terpancing emosi dikarenakan ada perubahan nominal UMK yang sudah diketok palu kemarin. Karena situasi sudah tidak kondusif hari ini, khususnya untuk pembahasan UMSK  juga belum sepakat dilanjutkan besok,” kata Riduan.

Dia melanjutkan, pihaknya akan memanfaatkan waktu ini untuk berdiskusi. Iapun meminta pihak serikat pekerja untuk berdiskusi pula agar ada titik temu saat pembahasan UMSK yang dilanjutkan besok.

“Solusi pasti ada dengan catatan masing-masing mengedepankan kepentingan bersama, tidak satu pihak. Yang paling penting saya sampaikan tadi di forum juga adalah yang kita bicarakan bukan kepentingan pribadi dan kelompok, tetapi berbicara tentang hajat hidup orang banyak dan kepentingan Ketapang,” tuntasnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.