Pelaksana Proyek Rp14 Miliar Didorong Tuntaskan Pekerjaan

Sudah Sesuai Perencanaan

Lokasi Proyek
Kepala Dinas PUTR Ketapang, Ir Sukirno (berdiri) ketika meninjau lokasi proyek Jalan Sungai Awan Kiri – Tanjungpura, Rabu (27/11) kemarin.

KETAPANGNEWS.COM—Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Ketapang terus mendorong pelaksana proyek Jalan Sungai Awan Kiri – Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan untuk segera menuntaskan pekerjaan.

Sebelumnya, proyek senilai Rp14 miliar oleh PT Bayu Karsa Utama sempat terendam bajir akibat curah hujan tinggi. Atas kondisi itu, Dinas PUTR akan melakukan normalisasi pembuangan air disekitar objek yang terendam.

Kepala Dinas PUTR, Ir Sukirno mengatakan, pengerjaan jalan Sungai Awan Kiri – Tanjungpura tetap harus diselesaikan, terutama penimbunan. Menurutnya, masa pemeliharaan masih panjang, ditambah lagi saat ini alat masih berada dilokasi.

“Saya lihat alat masih berada dilokasi, penimbunan pun terus dilakukan. Kemudian masa pemeliharaan proyeknya cukup panjang, semoga selesai dan masyarakat merasakan manfaatnya,” kata Sukirno, Kamis (18/11).

Mengenai adanya badan jalan yang terendam, menurut Sukirno akibat beberapa faktor. Pertama kondisi alam (hujan), dan kedua adanya gambut cukup dalam yang diibaratkan seperti busa.

“Gambutnya seperti busa, kalau dikasi beban maka akan turun. Sehingga pekerjaan kemarin yang level timbunan sudah rata terjadi penurunan dan tergenang air. Nanti kita akan lakukan normalisasi pembuangan air,” jelas Sukirno.

Ia melanjutkan, untuk proyek Jalan Sungai Awan Kiri – Tanjungpura sendiri sudah sesuai perencanaan pihaknya. Hanya saja, dirinya tidak memungkiri jika dilokasi proyek terdapat gambut, sehingga bila turun hujan otomatis tergenang air.

“Kalau kita lihat, yang dilaksanakan dilapangan oleh pelaksana sudah sesuai kontrak. Mengenai tudingan mereka tentang kesalahan perencanaan awal, mungkin itu versi mereka (pelaksana-red) saja,” ujarnnya.

Dia menambahkan, secara keseluruhan proyek tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana. Mereka juga diberi waktu pemiliharaan selama enam bulan. Sebab itu, harus disempurnakan sebaik mungkin.

“Perkerjaan penimbunan harus segera selesaikan, tapi dengan catatan harus melihat kondisi genang air, tujuannya agar penimbunan bisa maksimal. Itu diminta karena masa tunggunya masih panjang,” pungkasnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.