Kontrak Berakhir, Proyek Tanjung – Lamboi – Pasir Mayang Belum Selesai

Adendum Disertai Denda

Lamboi - Pasir Mayang
Jalan Tanjung – Lamboi – Pasir Mayang.

KETAPANGNEWS.COM—Pengerjaan mega proyek dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ketapang tahun 2019 terus berjalan. Bahkan, proyek dengan masa kontrak telah habis pun masih proses pengerjaan.

Salah satu proyek yang habis waktu kontraknya adalah Jalan Tanjung – Lamboi – Pasir Mayang, Kecamatan Jelai Hulu. Harusnya proyek Rp23 miliar oleh PT Rantau Kapuas Raya itu, berdasarkan kontrak kerja berakhir 23 November 2019.

Dari sejumlah mega proyek diatas Rp10 Miliar, pengerjaan Jalan Tanjung – Lamboi – Pasir Mayang dinilai lamban. Terbukti dengan habisnya masa kontrak kerja namun pekerjaan belum selesai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Ketapang, Ir Sukirno membenarkan jika pengerjaan proyek Tanjung – Lamboi – Pasir Mayang agak lamban. Dia mengaku, sampai saat ini belum mengatahui persentase progres pekerjaan.

“Proyek itu memang masih agak terlambat pengerjaannya. Soal progres saya belum dapat laporan dari pelaksana. Untuk kontraknya sudah berakhir 23 November kemarin,” kata Sukirno kepada media, Kamis (28/11).

Menurut Sukirno, keterlambatan pengerjaan diakibatkan kurangnya peralatan pendukung. Sebagai upaya mempercepat pekerjaan, Dinas Pekerjaan Umum telah mendorong pelaksana untuk segera menambah peralatan.

“Hasil evaluasi kita memang peralatannya disana kurang. Sehingga untuk percepatan penyelesaian, mereka kita suruh menambah unit peralatan. Sebab itu tanggung jawan mereka,” ungkapnya.

Sampai sekarang, lanjut dia, pada proyek tersebut sudah selesai mengerjakan pengaspalan sepanjang kurang lebih enam kilo meter. Dengan demikian, secara persentasi progres terdapat peningkatan.

“Apapun ceritanya, pekerjaan harus diselesaikan, pelaksana harus bertanggung jawab. Sebab 30 persen dana dari nilai proyek sudah dicairkan. Sedangkan sisanya, semasa saya menjabat Kadis PU belum ada pencairan untuk proyek itu,” jelasnya.

“Jadi kita tekankan jangan sampai proyek itu terbengkalai dan tidak selesai. Kasihan masyarakat disana jika tidak selesai, sementara belum merasakan manfaatnya,” timbal mantan Kadis Perkim LH itu.

PT Rantau Kapuas Raya Terancam di Blacklist

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Jalan Tanjung – Lamboi – Pasir Mayang, Arif Lukman ST menyebutkan, dengan habisnya masa kontrak proyek tersebut, maka dilakukan adendum masa pelaksanaan pekerjaan dan masa kontrak.

“Proyek itu diadendum. Akan tetapi dikarenakan kesalahan pelaksana, mereka dikenai denda keterlambatan sebesar 1/1000 dari nilai kontrak atau nilai bagian kontrak untuk setiap hari keterlambatan,” sebut Arif, Kamis (28/11).

Ia mengungkapkan, sejauh ini masih ada sekitar 30 persen yang belum dikerjakan pelaksana. Sedangkan pencairan sudah dilakukan dua kali, pertama 30 persen uang muka dan kedua 38 persen sesuai progres kerja.

“Menurut mereka (pelaksana-red) , keterlambatan pekerjaan akibat susah memasukkan alat dan mobilisasi. Kemudian ada alat yang rusak,” ungkap Kepala Bidang Bina Marga ini.

Dengan diadendumnya pekerjaan proyek tersebut, dia meminta pelaksana dapat menyelesaiakan hingga tuntas sisa pekerjaan. Jika pada masa adendum masih belum bisa menyelesaikan akan diputus kontraknya.

“Kita harap pekerjaan selesai, kalau tidak kontraknya diputus. Mengenai progres sisa pekerjaan akan dibayar dan unag jaminan pelaksana dicairkan. Tapi, perusaan kita balcklist,” tambahnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.