Dinkes Sebut Progres Pembangunan Relokasi Puskesmas 90 Persen

Puskesmas Air Upas
Progres pekerjaan relokasi pembangunan Puskesmas Kecamatan Air Upas, Jum’at (29/11).

KETAPANGNEWS.COM—Sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Ketapang terus mendorong pelaksana proyek fisik untuk segera menuntaskan pekerjaan sebelum kontrak berakhir. Salah satu instansi tersebut adalah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ketapang.

Pada tahun 2019, Dinkes Ketapang  cukup banyak mengelola proyek fisik, baik bersumber dari APBD (DAK) maupun APBN (DAK) Ketapang tahun 2019. Setidaknya ada tiga mega proyek, yaitu relokasi pembangunan Puskesmas Non Rawat Inap dibeberapa Kecamatan.

Tiga proyek itu diantaranya pembangunan relokasi Puskesmas Riam Danau Jelai Hulu (CV Tunas Sarana), Puskesmas Air Upas (CV Putera Matan) dan Puskesman Simpang Dua (CV Fortuna Building). Rata-rata anggaran per paket pekerjaan Rp 7.000.000.000 lebih.

Dengan nilai anggaran pantastis, tidak heran jika menjadi sorotan sebagian masyarakat. Baik menyoroti realisasi anggaran, progres, kulitas maupun kesesuaian juknis bangunan berdasarakan Permenkes nomor 75 tahun 2014.

Saat dikonfirmasi, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tiga proyek itu, Ferdinan mengatakan hingga kini pengerjaan pembangunan masih terus dilaksanakan. Menurutnya, menjelang akhir kontrak pada pertengahan Desember 2019, rata-rata progres pekerjaan 90 persen.

“Progres pekerjaan pembanguan puskesman di Air Upas, Jelai Hulu dan Simpang Dua rata-rata sudah 90 persen. Kalau berdasarkan penilaian tim tekhnis, pekerjaan bisa selesai sesuai kontrak dan kita optimis,” kata Ferdinan, Jum’at (29/11).

Meski optimis dapat diselesaikan, pihaknya terus mendorong pelaksana bekerja maksimal memanfaatkan sisa waktu kontrak. Ia menyebut, sepanjang pengerjaan sudah dua kali menyurati para pelaksana untuk mempercepat pekerjaan.

“Kemarin kita sudah dua kali menyurati pelaksana. Kita minta agar tenaga kerja dan waktu kerja ditambah, sebab kita khawatir tidak selesai sesuai kontrak,” sebut Kasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dinkes Ketapang itu.

Dia menambahkan, mengenai proses awal tentang desain perencanaan pembangunan, ketiga proyek tersebut sudah mendapat persetujuan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI. Semuanya mengacu juknis Permenkes 75 tahun 2014 tentang Puskesmas.

“Sudah ada persetujuan Kemenkes, konsultan yang membawa desainnya ke Jakarta. Jadi sejauh ini pembangunan berjalan lancar. Semoga sisa waktu kontrak yang ada dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur CV Putera Matan, H Rafili memastikan proyek fisik yang digarafnya di Kecamatan Air Upas selesai sesuai Surat Perjanjian Kontrak (SPK). Ia mengaku, pelaksaan dilapangan sudah hampir rampung.

“Saya pastikan selesai tepat waktu. Persentase progres diatas 90 persen, jadi tinggal finishing. Waktu tersisa kurang 14 hari akan dimaksimalkan ke penyempurnaan pekerjaan. Terlebih kita juga ada masa pemeliharaan,” ujar Rafili.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.