Pemkab Didesak Tertibkan Truk Bermuatan Over Kapasitas

Truk-Over-Kapasitas-701x447
Salah satu truk bermuatan buah kelapa sawit terparkir. Tampak muatan melebihi bak truk.

KETAPANGNEWS.COM—Setiap tahun Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang terus membangun infrastruktur jalan. Pada tahun 2019, salah satu objek yang dibangun diantaran Jalan Pelang – Tumbang Titi.

Kendati demikian, ketahanan badan jalan rata-rata hampir tidak bertahan lama. Salah satu penyebab cepat hancurnya yakni pengguna jalan sendiri, khususnya roda empat bermuatan over kapasitas.

“Percuma Pemda atau Pemprov menganggarkan pembangunan jalan kalau pengawasan truk kelebihan muatan tidak ada. Pada akhirnya jalan itu akan hancur kembali,” kata salah satu Masyarakat Ketapang, Wan Usman, Jum’at (4/10).

Menurutnya, selain pembangunan fisik jalan untuk kepentingan masyarakat, Pemda harus melakukan pengawasan terhadap lalu lalang truk bermuatan over kapasitas beserta penindakan secara tegas.

Ia mengungkapkan, truk bermuatan  over kapasitas kerap terjadi di Ketapang. Salah satu contohnya di lintasan jalan Pelang – Tumbang Titi yang saat ini sedang dibangun. Rata-rata truk tersebut membawa buah kelapa sawit.

“Kebanyakan truk membawa muatan lebih itu membawa buah sawit. Jika ditaksir tonase muatannya diatas delapan ton, biasanya juga mereka lewat di malam hari,” ungakapnya.

Pemerintah, kata dia hendaknya mengambil langkah tegas. Karene lebihnya muatan truk tidak sesuai ketentuan menjadi penyebab jalan cepat hancur. Sehingga percuma dibangun jika pengawasan masih lemah.

“Kita tidak menginginkan jalan menjadi objek proyek, sementara kita tahu salah satu penyebab hancurnya jalan adalah truk bermuatan melebihi kapasitas,” tambahnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Joko Prastowo melalui Kabid Perhubungan Darat, MF Yuliansyah membenarkan jika salah satu penyebab jalan cepat hancur yaitu truk bermuatan over kapasitas.

Sebagai bentuk pengawasan,  Yuliansyah menyebutkan, Dishub sudah mengeluarkan rekomendasi tentang aturan muatan. Rekomendasi itu juga disampaikan ke setiap perusahaan.

“Dishub sudah mengeluarkan rekomendasi tentang batas maksimal muatan. Kalau tidak salah batas maksimal yang kita sampaikan lima ton,” sebut Yuliansyah, Jum’at (4/10).

Atas rekomendasi tersebut, dirinya meminta pengguna jalan umum, khususnya kasa muatan agar menyesuaikan sesuai rekomendasi Dishub. Serta jangan sampai melebihi batas maksimum seperti yang sudah disepakati.

“Sesuaikan dengan kapasitas aturan yang kita sampaikan, yakni lima ton. Jika diatas itu, tentu sudah menyalahi dari rekom yang dikeluarkan Dishub,” kata pria akrab disapa Aan ini.

Sementara mengenai tindakan, Dishub masih memiliki batasan-batasan. Keterbatasan bukan karena jumlah personil sedikit, melainkan ada beberapa fungsi yang ditangani oleh provinsi, misalnya jembatan timbangan.

“Sebenarnya tinggal kesadaran, terutama perusahaan dan penguna jasa angkutan agar sama-sama merawat jalan dengan cara mengurangi muatan. Jangan sampai ada kesan hanya cari untung saja dalam satu retase, tapi pikirkan juga ketahanan badan jalan,” ketusnya.

“Misalnya di Jalan Pelang – Tumbang Titi yang baru dibangun, disana kan kultur tanahnya agak gambut, jadi gunakan jalan sesuai kapasitas. Kalau dijalan milik pribadi silahkan, tapi kalau di jalan Pemerintah kita minta ikuti aturan,” tambahnya.

Selain itu, ia menghimbau kepada pemilik truk agar tidak menambah ketinggian bak truk, serta bermuatan melebih bak yang sudah sesuai ketentuan.

“Kita akan terus sosialisasikan persoalan ini sesuai kewenangan Dishub. Mengenai penindakan tegas, Dishub akan terus melakukan upaya untuk sampai ke jenjang penindakan, misalnya mengajukan pembentukan PPNS,” lanjutnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.