Usai Jalani Pemeriksaan, Ketua DPRD Dirawat Inap

HMU
HMU digiring tim penyidik Kejaksaan Ketapang memasuki mobil untuk dibawa ke RSUD, Selasa (20/8).

KETAPANGNEWS.COM—Penyidik Kejaksaan Negeri Ketapang melaksanakan pemeriksaan terhadap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Hadi Mulyono Upas pasca ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (20/8).

Dalam pemeriksaan yang berlangsung kurang lebih empat jam tersebut, Hadi didampingi oleh istri, putra dan ajudannya. Selanjutnya, tim penyidik langsung memboyong Ketua DPRD menuju RSUD Agus Djam untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan sebagai kelengkapan syarat penahanan.

Dari hasil pemeriksaan RSUD, Hadi Mulyono Upas harus dilakukan rawat inap lantaran mengalami gangguan kesehatan pada jantung dan paru-paru.

Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, Dharmabella Tymbazs, melalui Kasi Intel, Agus mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan kepada  Ketua DPRD merupakan pemeriksaan pertama setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah pemeriksaan tersebut, lanjut dia, rencananya akan langsung dilakukan penahanan. Namun masih perlu memastikan terlebih dahulu sebelum ditahan, yakni terkait kondisi fisik tersangka.

“Makanya kita periksakan dulu ke rumah sakit untuk mengetahui kondisinya, apakah sehat atau tidak. Untuk pemanggilan sekarang adalah yang ke dua, pemanggilan pertama dia tidak hadir karena sedang sakit dan dirawat di rumah sakit Semarang,” kata Agus, Selasa (20/8).

Ia menjelaskan, sebagian hasil pemeriksaan sudah keluar. Pada hasil chek-up, beberapa organ tubuhnya dinyatakan sehat. Hanya saja, ia mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan jantung dan paru-paru yang berdasarkan informasi terdapat masalah.

“Dari pengakuang yang bersangkutan memang mengalami gangguan pada jantung. Lebih jelasnya kita masih menunggu hasilnya dari pemeriksaan dokter,”jelasnya.

Sekira pukul 18.00 WIB, Hadi Mulyono Upas dinyatakan harus menjalani rawat inap di RSUD Ketapang. Terkait status penahanan tersangka, ia  belum bisa memberikan keterangan kepada media.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.