Penahanan Tersangka HMU Terkendala Kondisi Kesehatan

Kejaksaan
Ketua Tim Penyidik Kejaksaan, Monita SH MH (tengah) ketika melakukan jumpa pers bersawa awak media Ketapang usai pemeriksaan HMU, Rabu (21/8) di kantor Kejaksaan.

KETAPANGNEWS.COM—Tim Penyidikan Kejaksaan Negeri Ketapang (Kejari) terus melakukan pemeriksaan terkait kasus dugaan gratifikasi dana aspirasi yang menyeret Ketua DPRD Ketapang, Hadi Mulyono Upas (HMU).

Saat ini, Hadi sendiri sudah berstatus sebagai tersangka.  Namun penetapan tersangka lain bisa saja terjadi jika dalam proses penyidikan Kejaksaa menemukan dua alat bukti.

Ketua tim penyidikan, Monita SH MH mengatakan, saat ini proses penyidikan masih terus berlangsung. Pada Selasa (20/8) kemarin penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, HMU.

Hanya saj,  proses itu sempat terhenti karena kondisi kesehatan tersangka terganggu, sehingga tidak memungkinkan diperiksa lebih lanjut dan diharuskan dirawat inap di RSUD Ketapang.

“Sebelum memberikan keterangan, tersangka mengaku dalam keadaan sehat. Ketika beberapa lama diperiksa, dia mengeluh sakit.  Karena penyidik tidak memiliki kompetensi menentukan kondisinya, maka dibawa ke RSUD untuk menjalani pemeriksaan,” katanya, Rabu (21/8).

Monita menjelaskan, proses pemeriksaan tersangka, HMU sebenarnya belum selesai. Menurutnya, dari 27 item pertanyaan masih ada yang belum tersampaikan ke tersangka. Hal itu terkendala karena tersangka harus menjalani perawatan medis.

“Pemeriksaan akan kita lanjutkan setelah dkondisi tersangka membaik. Sampai saat ini kondisinya tidak memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

“Intinya kami masih menunggu keterangan dokter mengenai  kondisi tersangka. Kalau dokter menyatakan sudah pulih, maka pemeriksaan dilanjutkan,” timbalnya.

Lebih lanjut, dalam pemeriksaan Selasa (20/8) kemarin, pihaknya  juga membacakan surat penahanan  nomor 1.858/0.1.13/fd.1/08/2019 kepada tersangka di hadapan kuasa hukum HMU yang ditunjuk dari Kejaksaan. Saat itu, HMU tidak membawa kuasa hukum.

“Tim penyidik telah melakukan penahanan terhadap HMU. Namun sesuai mekanisme, harus dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Berdasarkan hasil Medical chek-up tim dokter RSUD, kondisi kesehatannya dalam keadaan sakit dan harus dirawat secara intensif,” paparnya.

“Apabila, kondisinya masih memerlukan penanganan medis yang kemudian sangat-sangat diperlukan, maka penyidik akan melakukan pembantaran sampai berkas perkaranya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor  Pontianak,” timpalnya.

Terkait pernyataan tersangka saat diperiksa, penyidik masih melakukan pendalaman. Sampai sekarang kegiatan pemeriksaan masih dilanjutkan lantaran masih ada saksi lain yang belum diperiksa.

“Pemeriksaan tidak berhenti di sini, kita fokus jalan terus. Kondisi sakitnya tersangka tidak menghalangi pemeriksaan kepada yang lain. Untuk anggota dewan sudah kita periksa, cuma masih memerlukan keterangan lain di luar anggota dewan,” ucapnya.

Ia menambahkan, terkait penetapan tersangka lain, dirinya mengaku masih dalam tahap proses penyidikan. Sehingga tersangka lain bisa saja ada dengan syarat ketika sudah memenuhi dua alat bukti.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.