Karhutla Paling Parah Terjadi di Kecamatan MHS dan MHU

Kharhutla-Net
Karhutla – Net

KETAPANGNEWS.COM –Kepala Manggala Agni Daops Ketapang, Rudi Windra Darisman mengatakan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) tahun 2019 cukup besar.

Menurutnya, ada beberapa lokasi yang mengalami kebakaran cukup parah. Empat lokasi itu diantaranya Kecamatan Matan Hilir Selatan, Matan Hilir Utara, Muara Pawan dan Kecamatan Kendawangan.

“Dari empat Kecamatan itu, paling parah terjadi di Kecamatan Matan Hilir Utara dan Matan Hilir Selatan, tepatnya di Desa Sungai Pelang,” kata Rudi, Selasa (27/8).

Khusus Desa Sungai Pelang, luasan lahan yang terbakar khususnya mencapai 202,7 hektare. Areal yang dapat dipadamkan 47 hektare. Sementara keseluruhan di  Ketapang mencapai sekitar 900 hektare.

“Kebakaran itu banyak terjadi di lahan gambut. Ada sekitar 600 hektare lahan gambut yang terbakar,” ungkapnya.

Kebakaran di Sungai Pelang sendiri, dijelaskannya terjadi sejak 13 Agustus lalu. Hingga saat ini petugas masih terus berupaya memadamkan api di lokasi tersebut. Bahkan sebanyak 280 personil dikerahkan untuk memadamkan api.

“Tak hanya itu, 12 unit mobil pemadam, 30 unit pompa, tiga unit helikopeter pengebom air dan satu unit helikopter pemantau dikerahkan juga. Sampai saat ini sudah 12 hari pemadaman,” jelasnya.

“Kendala kita di lapangan itu sumber air yang tidak bisa diakses menggunakan jalur darat. Jika tidak bisa dipadamkan menggunakan mobil, maka pemadaman dilakukan dengan helikopter,” timbal dia.

Ia menyebutkan, kebakaran hebat yang terjadi di Ketapang, hampir semuanya sengaja dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Bahkan, kata dia, ada pihak-pihak melakukan sabotase.

“Rata-rata kebakaran terjadi  memang sengaja dibakar. Hasil Pulbaket dari teman-teman, memang faktor kesengajaan. Kemungkinan besar memang disabotase, cuma sampai saat ini masih didalami polisi,” bebernya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.