Jadi Makelar Kasus, Oknum LSM Ditangkap Polisi

Konferensi Pers
Polres Ketapang menggelar konferensi pers tentang penangkapan seorang pelaku tindak pidana penipuan, Kamis (21/8) siang.

KETAPANGNEWS.COM – Salah satu oknum Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Ketapang, MS (35) diamankan jajaran Satreskrim Polres Ketapang, Rabu (21/8). MS ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana penipuan bermodus Makelar Kasus (Markus).

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto menjelaskan, dalam aksinya tersangka MS mengaku kepada pelapor dapat menyelsaikan suatu perkara yang sedang ditangani Kejaksaan asalkan menyediakan uang Rp 50 juta.

Adapun kasus yang akan ditangani tersangka MS, yakni tentang perkara penganiayaan yang menimpa adik pelapor atas nama Heriyanto. Dia (tersangka) meyakinkan kepada pelapor bahwa adiknya akan bebas.

Kemudian, MS juga mengatakan kepada pelapor bahwa dirinya kenal dekat dengan Bupati Ketapang, Kapolres Ketapang dan Kejaksaan sehingga bisa mengurus adik pelapor bebas tanpa syarat.

“Merasa yakin apa yang disampaikan MS, pihak keluarganya pun atas nama Attit (pelapor) pada Kamis 2/5/2019 menyerahkan uang Rp 50 juta kepada MS, dengan harapan adik kandungnya dapat bebas. Saat itu MS mengatakan kepada pelapor bahwa adinya akan bebas tanggal 6 Mei,” jelas Kasat dalam konferensi pers, Kamis (22/8) di Mapolres.

Nemun, setelah hari Senin 6 Mei 2019 ternyata adik kandung pelapor tidak bebas. MS pun kembali mengatakan bahwa akan bebas pada hari Kamis tanggal 9 Mei 2019.

“Setelah berjanji bebas tanggal 9 Mei, ternyata tidak kunjung bebas. MS kembali mengulur waktu yakni bebas tanggal 28 Mei 2019. Namun, janji MS tidak juga terealisasi dan akhirnya membuat keluarga merasa tertipu,” bebernya.

Merasa ditipu, pelapor kemudian mendesak MS bertanggungjawab mengembalikan uang yang diberikan. Hasilnya MS sanggup mengembalikan Rp 15 juta terlebih dahulu, dan berjanji melunasi sisanya Rp 35 juta bulan Juni. Namun janji dibulan itu tak kunjung ditepati MS.

“Atas dasar itu, keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Polres Ketapang tanggal 6 Agustus 2019. Setelah menerima laporan, kepolisian melakukan pemeriksaan saksi-saksi, dan melakukan pemanggilan kepada MS,” terangnya.

“Setelah selesai dilakukan pemeriksaan saksi, kemudian penyidik melakukan gelar perkara. Dari hasil gelar perkara itu, maka MS ditetapkan sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan,” timbalnya.

Ia menambahkan, untuk bukti yang diamankan diantaranya dua buah kuitansi. Masing-masing kuitansi dikeluarkan tanggal 2 Mei dan 17 Juni 2019, satu untuk untuk pembayaran penyelesaian perkara dan satunya janji soal pengembalian sisa uang.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.