Loka Karya Multi Pihak Lanskap Ketapang

Sekda Farhan membuka loka karya multi pihak Lanskap Ketapang di Hotel Aston
Sekda Farhan membuka loka karya multi pihak Lanskap Ketapang di Hotel Aston Senin ( 15/7).

KETAPANGNEWS.COM-Aidenvironment Asia Lembaga Konsultasi Lingkungan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar Loka karya Multi pihak Lanskap Ketapang Selatan dengan tema ” Kolaborasi Pembangunan Kawasan Perdesaan dan Pengelolaan Kawasan Konservasi di LANSKAP Ketapang, Selatan,”.

Loka karya yang berlangsung sehari tersebut dibuka secara resmi oleh Sekda H.M.Farhan.SE.M.Si mewakili Bupati Martin Rantan, denagn nara sumber Coordnator Aidenvironment Monalisa N Pasaribu, Director GEC Faizal Parish, sementara dari OPD yang memberikan presentasi Kepala Bapeda Harto, SE.M.Si Dinas PMDM Suhaimi.S.sos, BKSDA Kalbar, KPH Ketapang Selatan, Kepala Dinas pertanian, peternakan dan Perkebunan Ir L SIkat Gudag, kegiatan yang berlangsung di hotel Aston, Senin (15/7) pagi.

Lokakarya ini merupakan bagian dari Program Lanskap yang digagas oleh Aidenvironment di Kabupaten Ketapang dengan tujuan utama berupaya membangun kolaborasi multi fihak dalam pembangunan kawasan perdesaan dan pengeleolaan kawasan konservasi yang terletak di Lanskap Ketapang selatan.

Sekda Farhan dalam sambutannya mengatakan kawasan ketapang selatan dalam inisiatif ini adalah kawasan yang terletak di bagian selatan Kabupaten ketapang. dengan luas kurang lebih 820.320, hektar.

“ Yang terdiri atas kawasan hutan lahan gambut padang rumput kawasan konservasi dan kawasan perdesaan , “ kata Sekda yang membacakan sambutan tertulis Bupati Martin Rantan.

Dijelaskan Sekda secara administrative lanskap ini terletak dalam empat kecamatan yakni kecamatan kendawangan, manis Mata, Air Upas dan Singkup.

“ Dikawasan Ketapang selatan ini bisa kita temukan salah satu kawasan konservasi dengan luasan sebesar 150 ribu hektar juga terdapat kawasan lindung hutan yang masuk kedalam pengelolaan KPHP unit XXXII Kendawangan, “ papar Sekda.

Selain itu juga terdapat 58 desa yang diantaranya masih berstatus tertinggal atau sangat tertinggal dan bersamaan diwilayah ini terdapat 4 perusahaan HTI dan 7 group besar perusahaan perkebunan kelapa sawit yang luasan konsesinya mencapai hingga 55 persen dari total luasan wilayah lanskap.

Menurut Sekda karateristik kawasan tersebut rawan kebakaran hutan dan lahan dengan produktivitas pertanian yang rendah serta tantangan terkait tata kelola hidrologi dikawasan perkebunan.

Sehingga menjadi sangat penting untuk merumuskan perencanaan pembangunan yang dapat mengintegrasikan misi pemerintah khsusnya misi perttama ketiga kelima dan keenam, yang akan menciptakan kondisi keterpaduan dan keadilan pada wilayah lanskap membuka peluang bagi pembangunan kawasan perdesaan serta mendukung pengelolaan kawasan konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

“ Dalam konrteks inilah kami menyambut baik inisiatif Lanskap Ketapang Selatan yang ingin mendorong kerjasama dan kolaborasi pemangku kepentingan menuju perencanaan pembangunan berkelanjutan di Ketapang selatan, “ kata Sekda. (Adv/Jay).

Leave a Reply

Your email address will not be published.