PPP Ketapang Pastikan Kadernya Bertarung di Pilkada 2020

Ketua DPC PPP Ketapang
Ketua DPC PPP Ketapang, Sahrani.

KETAPANGNEWS.COM—Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 di Kabupaten Ketapang telah selesai digelar. Bahkan, sejumlah nama Calon Anggota Legislatif  dan Partai Politik (Parpol) beserta perolehan kursi di DPRD sudah menjadi konsumsi publik.

Agenda lima tahunan itu tentu menjadi momentum penting bagi seluruh Parpol, khususnya di Kabupaten Ketapang. Pasalnya, tahun 2020 mendatang Parpol yeng mendapatkan kursi di parlemen akan disibukkan kembali dengan agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Memasuki agenda Pilkada sendiri, sejumlah Parpol yang berpotensi mengutus wakilnya dalam kontestasi Pilkada tampaknya sudah mulai bergerak. Dan tidak menutup kemungkinan Pilkada menjadi perbincangan utama di internalnya.

Saat ini, Parpol yang memastikan mengirim kadernya untuk bertarung di Pilkada 2020 yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kepastian tersebut datang dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Ketapang, Sahrani, Minggu (19/5) saat ditemui media dikediamannya.

“PPP berkeinginan mengukir sejarah baru di 2020. Sebelum-sebelumnya hingga 2015 kita belum pernah mengutus kader asli dalam Pilkada, selama ini justru hanya mengusung nama diluar kader. Jadi dipastikan 2020 PPP akan mengirim perwakilan untuk bertarung,” ungkap Sahrani.

Atas dasar itu, anggota DPRD empat periode inipun tidak sungkan menyebutkan namanya sendiri sebagai utusan Parpol berlambang ka’bah itu. Tak hanya itu, ia juga menyebut jika kepindahannya bertarung dari Dapil III ke Dapil I pada Pileg 2019 adalah untuk mengukur kemampuannya.

“Persoalan pindah Dapil tentu ada arah dan keinginan kedepannya, yakni maju di Pilkada. Salah satu Dapil untuk menjajaki kemampuan, pilihannya berada di Dapil I atau VI. Sebab itu harus ada keberanian pindah Dapil untuk menguji elektabilitas,” ulasnya.

Menurutnya, jika hanya mengejar jumlah kursi DPRD, lebih aman ia bertarung di Dapil III, dan telah terbukti diamanahkan rakyat tiga periode.  Dengan melihat hasil pindah Dapil, yang kemudian terpilih sangat memungkinkan untuk bertarung di Pilkada nanti.

“Kepindahan saya bertarung di Dapil satu membawa dua misi, pertama sebagai uji elektabilitas untuk maju di Pilkada, dan kedua juga membawa misi da’wah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat,” beber politikus asal Kecamatan Sandai ini.

Ia melanjutkan, keinginan PPP Ketapang mengutus kadernya telah menjadi target, baik partai maupun selaku pribadinya. Terlebih di Pilkada 2015 dirinya sempat mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati berpasangan dengan salah satu Pimpinan Parpol di Ketapang.

“Kedepan (Pilkada 2020-red) tidak menutup kemungkinan akan mengulangi sejarah. Namun persoalannya tinggal menyepakati siapa sebagai calon wakil dan bupatinya, intinya tergantung hasil survey nanti,” katanya.

Sementara terkait kepastian nama yang diusung, diakuinya sudah mengkrucut ke dirinya. Bahkan jauh sebelum Pilkada, saat terpilih sebagai ketua PPP Ketapang dirinya sudah menyampaikan niat akan maju di Pilkada.

“Untuk koordinasi secara berjenjang, mulai tingkat Kabupaten hingga pusat tentang hajad PPP akan berkompetisi di Pilkada sudah disampaikan. Kandididatnya kemungkian besar adalah saya,” tutupnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.