Diusir FKPH, Pekerja Illegal di Hulu Sungai Angkat Kaki

Stop-Illegal-Logging-Net
Hentikan Illegal Logging-Net

KETAPANGNEWS.COM—Para pekerja ilegal logging dan mining di Desa Batu Lapis dan Beginci Darat Kecamatan Hulu Sungai mulai menghentikan aktivitasnya. Itu terjadi pasca dikeluarkannya surat peringatan terakhir Forum Komunikasi Penyangga Hutan (FKPH) Kecamatan Hulu Sungai tanggal 19 Maret 2019.

Sebelumnya surat peringatan terakhir yang disampaikan FKPH berisi dua poit, pertama mendesak para pekerja illegal keluar dari hutan Hulu Sungai dengan batas akhir 29 Maret 2019. Selanjutnya, apabila tidak diindahkan makan pihaknya tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.

“Setelah dikeluarkannya surat peringatan terakhir, para pekerja mulai mengosongkan lokasi. Dimana saat ini barang-barang berupa mesin juga sudah diangkut dari dalam lokasi,” kata Ketua FKPH, Raja Singa Bansa, Kamis (4/4).

Menurutnya, sebelum mulai dikosongkannya lahan, di Portal penjaga hutan Hulu Sungai yang dibangun FKPH dari hasil kesepakatan 12 Desa, 12 BPD dan 22 Demong se Hulu Sungai sempat di demo oleh para pekerja illegal asal Kecamatan Sandai pada 30 Maret 2019.

“Meski ada tindakan itu, dari awal pendirian portal 21 Januari 2019 sebenarnya kita sudah nyatakan off total. Toleransi juga sudah kita berikan. Jadi kalaupun ada demo, kita tetap bersikeras meminta pengosongan lokasi,” tegasnya.

“Intinya begini, kalau mereka (pekerja-red) mau keluar, kami tidak akan menuntut hukum. Tapi jika masih lanjut (bekerja) maka tetap melakukan hukum adat, dan seterusnya diserahkan kepada aparat penegak hukum,” timpal Singa Bansa.

Ia menambahkan, dibalik persoalan aktivitas illegal yang hingga kini sudah terhenti dan dianggap clear, muncul persoalan baru. Yakni kata dia, ada orang yang tidak terima dengan apa yang dilakukan FKPH Hulu Sungai.

“Dibalik kejadian ini ada pihak tidak terima. Makanya sampai ada demo, bahkan orang itu memfitnah saya selaku ketua FKPH mengambil tindakan sendiri dalam membangun portal, dan anehnya lagi kami difitnah melakukan pungutan liar ke pekerja illegal itu,”

Ia mengaku, atas fitnah itu pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan tuntutan secara hukum adat kepada yang bersangkutan. Sebab semua yang dituduh tidak sesuai fakta dilapangan.

“Saya sudah tahu orang yang memfitnah itu. Dia juga dalang propokator adanya demo tanggal 30 Maret 2019 di portal. Dalam waktu dekat, kita bersama 22 demong akan melakukan langkah hukum,” tandasnya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu aparat penegak hukum Kabupaten Ketapang telah melakukan kegiatan preemtif dan pereventi di lokasi hutan Hulu Sungai, yang mana pekerjanya juga diimbau untuk menghentikan aktivitas.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.