KPU Ketapang Deklarasikan Melindungi Hak Pemilih

Deklarasi GMHP
Ketua KPU Ketapang, Tedy Wahyudin S Sos bersama Ketua Bawaslu Ketapang, Nuryanto S Pd I menandatangani deklarasi GMHP, Senin (1/10).

KETAPANGNEWS.COM—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ketapang menyelenggarakan deklarasi Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) sekaligus lounching Posko GMHP untuk Pemilihan Umum 2019, Senin (1/10) di halaman kantornya.

Dalam deklarasi tersebut juga dilaksanakan penandatanganan bersama oleh seluruh pihak terkait. Diantaranya, KPU, Bawaslu, Pemerintah, DPRD, Polri, TNI serta seluruh pimpinan Partai Politik peserta Pemilu.

Ketua KPU Ketapang, Tedy Wahyudin mengatakan, GMHP merupakan upaya KPU untuk memastikan agar warga Ketapang dapat menentukan pilihan, baik calon presiden dan wakil presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

“Terkait dengan pentingnya mengawal pendataan pemilih, maka diperlukan sebuah gerakan. Dimana outputnya adalah agar masyarakat Ketapang memiliki hak konstitusional pada 17 April 2019,” kata Tedy dalam sambutannya.

Pembacaan Deklarasi
Pembacaan Deklarasi GMHP yang diikuti seluruh para undangan, Senin (1/10).

Untuk GMHP sendiri, dikatakan Tedy dilaksanakan tanggal 1 hingga 28 Oktober 2018, yang juga serentak diseluruh Indonesia dengan membuka posko disemua tingkatan. Dimulai dari KPU Kabupaten/Kota, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

“Dibukanya posko dari KPU sampai PPS bertujuan untuk melayani masyarakat yang mendaftar sebagai pemilih. Sekaligus menerima laporan terkait data tidak memenuhi syarat dan memperbaiki elemen data pemilih belum lengkap. Sehingga data pemilih semakin berkualitas,” ujarnya.

Diakhir sambutannya, ia juga mengajak semua jajaran Pemda, Forkopimda, Toga, Tomas, Akademisi, Tokoh Pemuda, Tokoh Adat dan para pemangku kepentingan, khususnya peserta pemilu di Ketapang untuk bersinergitas dalam mengawal data pemilih 2019.

“Tujuannya agar data pemilih untuk pemilu 2019 betul-betul valid dan berkualitas. Serta tidak ada lagi masyarakat yang memenuhi syarat sebagai pemilih namun belum terdaftar di data pemilih tetap,” pungkasnya.

Sementara Kepala Kesbangpol Ketapang, Simon Petrus yang membacakan sambutan Bupati Martin Rantan sangat mengapresiasi atas terlaksananya pembukaan posko GMHP oleh KPU.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat mengembalikan semangat kita dalam berdemokrasi, khusunya pada Pemilu 2019 mendatang,” kata Simon Petrus.

Menurutnya, kegiatan GMHP merupakan salah satu upaya melahirkan proses pesta demokrasi yang menjunjung tinggi asas-asas dalam Pemilu. Yaitu langsung, umum, bebas dan rahasia (Luber) serta jujur dan adil (Jurdil).

Oleh karenanya, ia berharap agar posko GMHP yang dibentuk KPU sampai ketingkat Desa tidak hanya hadir ditengah-tengah masyarakat saja, melainkan harus memberikan kontribusi bermanfaat bagi masyarakat untuk mendata dan mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya.

“Ini dimaksudkan agar masyarakat yang belum terdaftar di DPT untuk mendaftar ke posko layanan tersebut, sehingga bisa menggunakan hak pilihnya,” harap dia.

“Kemudian DPT yang ganda dan warga yang meninggal namun masih masih terdaftar di DPT untuk bisa diperbaiki, agar saat pemilu berlangsung tidak ada permasalahan lagi,” timpalnya.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.