Bupati Hadiri Kampanye Imunisasi Measles Rubella

Lindungi Buah Hati Anda dari Campak & Rubella

IMG-20180802-WA0002
Kadis Kesehatan Ketapang, Rustami, SKM. M.Kes saat mengkampayekan bahaya Campak dan Rubella di SDN O5 Ketapang Kamis ( 2/8).

KETAPANGNEWS.COM-Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Serta Pemerintah Kabupaten Dinas Kesehatan Ketapang melaksanakan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) se-Ketapang. Kegiatan dihadiri langsung Bupati Ketapang, Martin Rantan SH.M.Sos dilaksanakan di SDN 5 Delta Pawan, Kamis (2/8) pagi.

Kadis Kesehatan Ketapang, Rustami, SKM. M.Kes dalam sambutanya menyebutkan, kampanye imunisasi MR ini merupakan kegiatan imunisasi secara massal yang bertujuan sebagai upaya untuk memutus transmisi penularan virus campak dan rubella.

” Kampenye MR 2017 sudah dilakukan di Provinsi Jawa dan Bali. Kemudian pada 2018 ini dilaksanakan di Provinsi Sumatera, NTB, NTT, Papua dan Kalimantan. Ini sebagai komitmen Indonesia untuk mengeliminasi campak dan rubella,” katanya.

Rustami menjelaskan, sebab itu untuk mewujudkannya maka perlu dilakukan strategi nasional melalui kegiatan-kegaiatan. Di antaranya kampanye agar pemberian imunisasi campak dan rubella pada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun bisa terlaksana. Langkah yang dilakukan sekarang juga sebagai persiapan untuk mewujudkan pencapaian generasi emas pada 2045 nanti.

” Semoga semua generasi kedepannya bisa hidup sehat tanpa ada yang mengalami kecatatan atau sakit-sakitan,” harapnya.

Rustami menuturkan campak adalah penyakit sangat mudah menular. Serta menyebabkan komplikasi berat seperti radang paru dan otak, kebutaan, gizi buruk hingga kematian. Sebab itu penyakit ini harus benar-benar dicegah masyarakat.

Sedangkan rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering atau rentan menginfeksi anak dan dewasa muda. Namun yang menjadi perhatian terkait kesehatan adalah efek teratogenik apabila rubella menyerang wanita hamil pada trimester pertama. Jika wanita hamil terserang atau terkena rubella. Maka anak dalam kandungannya ketika lahir sangat rentan mengalami kecacatan.

” Misalnya mengalami kebisuan bahkan penyakit jantung dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Ia memaparkan pada 2017 total penyakit campak seluruh Indonesia yang dilaporkan pihak terkait ada 1.202 kasus. Kemudian yang diambil sampel 280 kasus dan hasilnya yang positif campak sebanyak 70 dan positif rubella 58 kasus.

Khusus di Kalimantan Barat terjadi kejadian luar biasa (KLB) campak di tujuh kabupaten dan kota pada 2017 dengan jumlah 141 kasus. Kemudian per Juni 2018 di Ketapang ada 25 kasus terjadi di Kecamatan Simpang Hulu, Nanga Tayap dan Delta Pawan.

“Tidak ada pengobatan untuk campak dan rubelal tapi penyakit ini bisa dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik. Satu vaksin untuk dua penyakit sekaligus,” ucapnya.

Rustami mengimbau seluruh pihak terkait hingga tingkat Kecamatan dan desa melaksanakan beberapa kegiatan. Di antaranya pendekatan keluarga demi meningkatkan kesadaran orangtua untuk melengkapi status imunisasi anaknya.

Kemudian lanjut Rustami sosialisasi mengenai imunisasi kepada sektor terkait seperti tokoh masyarakat, tokoh agama hingga kelompok anak muda. Melakukan identifikasi permasalahan program imunisasi serta menentukan dan melaksanakan tindak lanjut secara bersama.

Rustami juga mengajak, memperkuat kemitraan antara sektor pemerintah dan swasta dalam rangka peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan imunisasi. Serta melakukan kegiatan lain agar program Pemerintah Indonesia ini berjalan lancar dan sukses.( Jay ).

Leave a Reply

Your email address will not be published.