Melalui Puasa Ramadhan, Mari Kita Lakukan Instropeksi

DSC_8296
Ust. Gus Alamudiin Al Jazuli ketika memberikan Tausiyah Safari Ramadhan di Masjid Al-Huda, Jalan Pak Nibung, Kecamatan Delta pawan, Kamis (31/5).

 

KETAPANGNEWS.COM- Tanpa terasa ibadah puasa Ramadhan tahun 2018 yang kita jalanani saat ini sudah memasuki pertengahan. Di bulan suci yang penuh rahmat dan ampunan ini, ust.Gus Alamuddin Al Jazuli mengajak kita semua untuk intropeksi diri. Apakah ibadah yang kita laksanakan sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Idtihad Kecamatan Benua Kayong ini mengingatkan jangan sampa ibadah puasa yang kita jalani tidak mendapatkan pahala, selain hanya haus dan lapar.

“Kita sudah separuh Ramadhan di Tahun 2018 dengan kondisi sehat wal afiat, dengan harapan semoga ibadah puasa kita, sholat, membaca Al-Quraan, sedekah dan amal ibadah lainnya diterima di Sisi Allah SWT,” tegas Ust. Gus Alamudiin Al Jazuli ketika memberikan Tausiyah Safari Ramadhan di Masjid Al-Huda, Jalan Pak Nibung, Kecamatan Delta pawan, Kamis (31/5).

Dalam separo perjalanan Ramadhan di tahun 2018, ia mengajak bersama jemaah untuk instropeksi bagaimana dengan ibadah-ibadah yang kita
lakukan di bulan Ramadhan. Apalagi dalam sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, mudah-mudahan kita semua diberikan pengampunan oleh Allah SWT. Momentum Ramadhan ini, mari kita bersama memeriksa bagaimana puasa, tadarus, sadaqah dan amal ibadah lainnya.

Selain itu, Ust Gus Alamuddin juga mengingatkan bagaimana dalam Al-Quran Allah SWT mengingatkan ummat tentang pentingnya masa. Begitu juga dengan amal ibadah yang dilipat gandakan pahalanya di bulan Ramadhan.

Diingatkan juga perlu kita melatih kesabaran dan lain sebagainya, karena selain kebaikan yang pahalanya dilipat gandakan, maka amalan keburukan juga dilipat gandakan. Melalui puasa Ramadhan, kita harus meninggalkan amalan perbuatan yang buruk.

“Inilah momennya, mumpung Ramadhan masih dipertengahan, mari kita instropeksi diri, Ramadhan masih menanti kita menjadi orang yang beramalan baik, gunakan waktu dengan sebaik-baiknya di bulan puasa untuk bertaubah dan beribadah,” ujarnya.

Panjang lebar ia mengupas makna dari puasa ramadhan dan mengingatkan kita untuk meningkatkan amalan-amalan kebaikan di Bulan Ramadhan.

Gusti Fadlin S.Sos, staf Ahli Bupati
Ketapang mengingatkan jemaah agar bersama-sama menjaga dan memelihara lingkungan dari segala kemaksiatan, seperti perjudian, prostitusi.

Diharapkan juga para tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat. Dimana,.Ketapang merupakan salah satu wilayah yang cukup luas berbagai suku, ras, agama dan segala macam budaya.

Beragamnya budaya yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Ketapang, diharapkan staf ahli Bupati bukanlah sebuah persoalan. Perbedaan yang ada merupakan sebuah keniscayaan dan
kehendak Allah SWT. Hal ini merupakan sebuah keunikan yang mempererat tali silaturahmi kekeluargaan dan kebersamaan. Kondisi ini menjadi bagian dalam memperkokoh kesatuan bangsa, dan membangun Kabupaten
Ketapang yang lebih baik lagi.

Gusti Fadlin S.Sos menyerahkan bantuan pemerintah daerah berupa jam digital senilai Rp 10 juta yang diserahkan kepada pengurus Masjid, dan diterima oleh Edi Junaidi S.Sos. ( Jay).

Leave a Reply

Your email address will not be published.