Wabup: Jalankan Puasa harus Sabar dan Ikhlas

kultum masjid al-ikhlas (3)
Jemaah saat mendengarkan kultum di Masjid Agung Al-Iklhas Ketapang.

KETAPANGNEWS.COM– RAMADHAN yang penuh berkah, rahmat dan ampunan sudah tiba. Umat muslim suka cita menyambut datangnya Ramadhan terlihat dari antusiasnya warga mendatangi tempat ibadah untuk menjalankan sholat Terawih. Sholat terawih berjemaah menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan selama bulan suci Ramadhan. Suasana hujan, bahan beberapa kali petir yang mengguyur Kota Ketapang beberapa hari terakhir, tak menyurutkan langkah Jemaah untuk datang menunaikan sholat terawih berjemaah memuliakan ibadah di bulan Ramadhan.

Begitu juga dengan Sholat Terawih berjemaah di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang Rabu (16/5) Malam pertama pelaksanaan terawih berjemaah di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Wakil Bupati Ketapang, Drs.H.Soeprapto S, memberikan kultum. Wakil Bupati Ketapang mengajak menjalankan puasa di bulan Ramadhan ini harus sabar dan ikhlas. Karena dengan ikhlas segala hal yang kita lakukan tidak menjadi beban dalam pikiran kita dan sabar dalam menyikapi sesuatu.

Menurutnya, dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Islam mengajarkan tiga konsep persaudaraan. Pertama, ukhuwah Islamiyah, saudara sesama orang muslim, yakni setiap orang yang beriman kepada Allah SWT adalah saudara. Maka dari itu umat Islam seluruh dunia janganlah saling memusuhi antara umat Islam yang satu dengan yang lain, kelompok yang satu dengan yang lain, saling mencela, saling menindas apalagi saling mengharamkan.

Kedua, ukhuwah Wathoniyah, saudara sesama tanah air atau warga negara . Sebagai umat beragama, berbangsa dan bernegara tentu kita tidak lepas berhubungan dengan orang yang bermacam-macam keyakinannya.

“Lebih-lebih di Indonesia negara yang plural yang didalamnya terdiri dari bermacam-macam suku dan agama, maka dari itu hidup antar umat beragama harus kita jalin dengan sebaik-baiknya,” kata Drs H.Suprapto S, Wakil Bupati Ketapang ketika memberikan kultum di Masjid Agung Al-Ikhlas.

Dan, yang ketiga adalah Ukhwah Basyariyah, saudara sesama manusia, yakni bagaimana manusia yang diciptakan Allah bersuku-suku dan berbangsa-bangsa bisa saling mengenal antar suku dengan suku yang lain dalam negeri dan satu bangsa dengan bangsa yang lain di dunia untuk tidak saling bermusuhan seperti yang terjadi yang terjadi pada saat ini. Allah tidak melihat kemuliaan seseorang dari segi bangsa dan negara yang maju atau yang berkembang, yang terbelakang dan tidak dari sisi kekayaan, kemiskinan dan jabatan, namun kemuliaan seseorang dilihat dari segi ketaqwaannya.

“Semoga ketiga ukhuwah ini bisa kita pegang Insya Allah pikiran kita akan adem ayem, tenteram dan tidak mencela orang lain,” ucapnya.

Wakil Bupati Ketapang berharap kepada jamaah shalat tarawih, semoga Allah SWT selalu memberikan Ridho dan amanah yang baik bagi kita dan sebagai manusia kita mampu menjalankan amanah sesuai tuntunan-Nya.

” Semoga di bulan Ramadhan ini, apa yang kita lakukan mendapat pahala dari Allah SWT,” harapnya. ( Jay).

Leave a Reply

Your email address will not be published.