Polsek Marau Gerebek Tempat Pembuat Miras Illegal

IMG-20180514-WA0000
Polsek Marau saat mendatangi pembuat arak di Dusun Sekuningan, Desa Air Upas Kecamatan Air Upas.

KETAPANGNEWS.COM – Jajaran Polisi Sektor (Polsek) Kecamatan Marau menggelar operasi pekat 2018 diwilayah hukumnya. Dalam operasi yang menyasar peredaran minuman keras itu, aparat berhasil menggerebek tempat pembuat arak di Dusun Sekuningan, Desa Air Upas Kecamatan Air Upas, Minggu (13/5) siang.

Dari hasil opersai, Polisi memgamankan sejumlah Barang Bukti (BB). Diantaranya diamankan, empat ken arak 20 liter siap jual, 20 drum biru ukuran 200 liter (17 drum berisi nasi merah direndam dan tiganya kosong), 12 drum biru ukuran 150 liter berisi beras merah direndam dengan ragi, empat buah dandang besar penyuling arak dan tumpukan kayu bakar pemasak arak.

“Polisi juga mengamankan pembuat arak atas nama Suriadi alias Akhian (40) beserta pemiliknya, atas nama Anien warga Kecamatan Air Upas,” kata Kapolsek Marau, IPTU Sabariman, Minggu (13/5).

Kapolsek mengatakan, selain mengamankan BB di tempat pembuat arak, anggotanya juga mengecek di rumah kos Anien di Dusun Sekuningan. Dan ditemukan 12 kardus bir bintang, 10 karung gula pasir 50 Kg, tiga karung beras dicampur beras merah ukuran enam Kg serta tiga karung ragi bahan pembuatan arak.

“BB yang kita amankan tidak hanya di tempat pembuat arak saja. Tapi BB di rumah kos saudara Anien juga diamankan,” jelas Sabariman.

Menurutnya, dilakukannya penggerebekan tempat pembuat arak yang berlokasi ditengah hutan dengan jarak dari jalan poros 350 meter itu bermula dari informasi warga. Sehingga atas dasar informasi itulah aparat melakukan pengecekan sekaligus pengamanan.

Lanjutnya, dari hasil keterangan pembuat arak, Suriadi alias Akien, bahwa dirinya hanya digaji oleh Anien untuk menanak arak dengan upah Rp 25 ribu per ken. Bahkan dia (Akien) mengaku jika dirinya baru satu bulan dipekerjakan oleh Anien.

Sementara dari keterangan pemilik tempat tersebut, Anien mengaku sudah cukup lama menjalan aktivitas itu, yakni sejak pertengahan tahun 2013. Ia juga mengaku bahwa usaha itu sebagai mata pencahariannya.

“Saat ditanya, Anien mengaku sebagai mata pencahariannya. Dalam satu hari bisa menghasilkan minimal lima ken ukur 20 liter. Harga perkennya dia jual Rp 300 ribu,” terangnya.

Terkait operasi pekat 2018 oleh pihaknya, dijelaskan dia bertujuan untuk meminimalisir tindakan yang mengarah pada tindakan pidana atau pelanggaran hukum, misalnya penyalahgunaan minuman keras.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.