Petani Pelang Keluhkan Hasil Panen Tak Maksimal

Tanaman Padi
Kondisi tanaman padi milik salah satu petani di Desa Pelang Kecamatan MHS.

KETAPANGNEWS.COM—Sejak tiga tahun belakangan, 80 persen padi yang ditanam di area tanah persawahan seluas 1.200 Ha di Desa Pelang Kecamatan Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Ketapang tak membuahkan hasil maksimal atau gagal panen.

Hal demikian diungkapkan satu diantara petani Pelang, Saruji. Ia mengaku, kurang maksimalnya hasil panen disebabkan adanya aturan tidak diperbolehkannya membakar hutan dan lahan oleh Pemerintah. Menurutnya sebelum aturan itu diberlakukan, petani Pelang tidak pernah mengalami gagal panen.

“Dulu, hasil panen kita bagus karena sebelum menanam, setiap tahunnya kita melakukan pembakaran di area sawah agar tidak hampa,” kata Saruji, Kamis (3/5).

Dengan kondisi demikian, ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) memberikan kebijakan tersendiri. Sehingga bisa melakukan pembakaran di dalam area persawahan sebelum penanaman padi. Sebab di Pelang sendiri termasuk salah satu lumbung padi di Ketapang.

Sementara petani lainnya, Jamsi membenarkan jika tiga tahun belakangan didesanya banyak petani mengalami gagal panen. Ia menncontohkan, saat ini bentuk tanaman padi yang ada dilahan miliknya seluas 3 Ha mengalami kerusakan, dengan ciri berdaun merah dan berbuah hampa.

“Ada kurang lebih sekitar 60 persen padi kita tahun ini mengalami kerusakan dan ‎tidak bisa di panen. Penyebabnya, selain tidak diperbolehkan membakar lahan juga banyaknya hama tikus dan wireng,” ungkap Jamsi.

“Kita berharap, atas kejadian ini ada perhatian dan solusi dari Pemda Ketapang untuk menanggulangi penyakit padi di Pelang,” pungkasnya.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.