Cegah Tangkal Teroris, Komponen Masyarakat Tolak Kekerasan dan Terorisme

kapolres Ketapang AKBP Sunaryo.S.ik bersama forkopimda menanda tangani deklarasi anti kekerasan dan teroruisme di pendopo Bupati Ketapang
Kapolres Ketapang AKBP Sunaryo.S.ik bersama forkopimda menanda tangani deklarasi anti kekerasan dan teroruisme di pendopo Bupati Ketapang.

KETAPANGNEWS.COM – Komponen masyarakat Ketapang terdiri dari Lembaga Agama, Organisasi Masyarakat, Organisasi Pemuda, para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat melakukan deklarasi anti kekerasan dan anti teroris dengan mengeluarkan pernyataan sikap menolak kekerasan dan terorisme dan dilanjutkan penandatangan kesepakatan anti kekerasan dan anti terorisme.

Bupati Ketapang Martin Rantan SH mengatakan, tujuannya ingin menciptakan Ketapang tetap tenang, bisa menciptakan opini- opini keharmonisan di daerah walaupun dibeberapa tempat terjadi aksi kekerasan dan terorisme.

“Cegah dini atau cegah tangkal terorisme dimulai dari keluarga sendiri dengan selalu mengawasi anggota keluarga yang mengikuti kegiatan yang tidak jelas ,“ kata Bupati Martin Rantan SH di pendopo rumah jabatan Bupati Ketapang Rabu (16/5).

Menurut Bupati terorisme setelah melakukan aksi di mako brimob di Surabaya dan baru baru ini terjadi di Mapolda Riau, ini artinya teror ditujukan bukan ke salah satu umat, tetapi alat negarapun menjadi sasaran.

“Di Kabupaten Ketapang memasuki bulan suci ramadhan kita masih punya kesempatan untuk bertemu di hari baik bulan baik untuk bersama merajut silaturahmi menyatukan persepsi supaya ketapang ini tetap terjamin keamananya,” ujar Bupati.

Bupati mengajak semua lapisan masyarakat untuk harmonis dalam etnis, dengan menghadirkan organisasi-oragnisasi etnis yang hadir dengan memakai pakaian etnis masing masing.

“Mudah- mudahan harmonisasi dalam etnis bisa kita pertahan sampai akhir jaman,” ucap Bupati.

Bupati juga menyampaikan Tri kerukunan umat beragama yang pertama kerukunan internal umat beragama, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan umat beragama dengan Negara.

Kerukunan umat internal beragama artinya umat islam dia rukun sesama umat islam, umat katholik dia rukun sesama umat katholik protestan dia rukun sesama umat protestan dan umat hindu dia rukun sesama umat hindu dan umat budha dia rukun sesama umat budha.

“Jadi didalam internal agama tidak ada perselisihan dan pertikaian,” kata Bupati.

Yang kedua kerukunan umat antar beragama, yang islam rukun dengan katolik, protestan, hindu budha dan tiongha dan begitu sebaliknya saling rukun antar umat beragama.

“Saya kamarin hadir dalam tablik akbar Habib lufti Yahya di Masjid Al Ikhlas demikian juga saya melepas Pawai taaruf menyambut bulan suci ramadhan,” jelasnya.

Meskipun Bupati itu sendiri bersuku dayak, dan beragama nasrasi tetapi pada saat ada kegiatan keagamaan yang lain sebagai Bupati harus mengikuti mendampingi bahkan mewakili pemerintah untuk melakukan pembinaan.

“Pemerintahan mengayomi seluruh agama seluruh suku yang ada di Indonesia khususnya di Kabupaten Ketapang,“ kata Bupati.

Selanjutnya kerukunan yang ketiga adalah kerukunan umat beragam dengan Pemerintah, makanya Negara membentuk Kementerian agama yang didalammnya terdiri dari beberapa Dirjen Umat Islam, Katolik, protestan, Hindu Budha dan sebagainya. Artinya Pemerintah memberikan porsi yang luar biasa kepada dalam pembinaan pembangunan keagamaan, Pemerintah Indonesia memberikan ruang yang luas kepada urusan keagamaan, pemerintah Indonesia berharap penuh supaya umat beragam rukun dengan Tri kerukunan umat beragama.

“Tetapi yang teroris bukanlah bentukan pemerintah tetapi musuh pemerintah dan musuh kita semua,” tegasnya.

untuk itu hasil deklarasi ini diharapkan Bupati perlu diteruskan kepada seluruh komponen masyarakat sampai keakar rumput, seperti bahwa perlu melakukan cegah dini dengan pengaktipan kembali seperti ketua RT tamu yang datang 24 jam harus lapor RT supaya orang yang datang teridentifikasi dengan baik.

“Kita takutkan orang asing yang datang ke tempat kita tujuannya untuk mengacaukan kemanan daerah kita,” kata Bupati.

Hal ini menurutnya tidak bisa diserahkan semua kepada TNI dan Polri, karena jumlah mereka terbatas, apalagi yang menjadi sasaran alat negara jadi memang harus kita bantu kemanunggalan TNI Polri bersama masyarakat.

Bupati juga berpesan jangan sampai ada orang Ketapang yang mengikuti jejak jejak teroris, kepada keluarga harus diingatkan, kalau ada anak yang hilang meninggalkan rumah harus jelas apakah mereka mengikuti kegiatan pembaitan teroris dijadikan pengantin untuk bom bunuh diri atau hal – hal lain.

“ Hal ini tidak bisa kita bebankan kepada alat negara jadi cegah dini ini dimulai dari keluarga, Kepala Desa supaya memperkokoh pertahanan di keluarga,” pungkas Bupati.(adv/Jay)

Leave a Reply

Your email address will not be published.