Bupati Lantik Dewan Pengawas RSUD Dr Agoesdjam Ketapang

Bupati Martin Rantan SH menyerahkan SK BLU Rsud Drs AGoesdjam Ketapang kepada H Rustami, dan Aloysius Ala, di aula Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang
Bupati Martin Rantan SH menyerahkan SK BLU Rsud Drs AGoesdjam Ketapang kepada H Rustami, dan Aloysius Ala, di aula Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang.

KETAPANGNEWS.COM-Bupati Ketapang Martin Rantan SH melantik Dewan Pengawas pada badan layanan umum, RSUD Dr Agoesdjam Ketapang, dikarenakan adanya pergantian antar waktu (PAW) pejabat yang lama, dari Dr Heri Yulistio, M.Kes, dan DrG. Djoko Hartono MM kepada H Rustami SK,M,Kes, dan Aloysius Ala.SE.MM.

Dalam arahannya Bupati Martin Rantan SH mengharapkan keberadaan dewan pengawas untuk mendukung kinerja rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Dewan pengawas memiliki tanggung jawab strategis dengan tugas memperbaiki dari kesalahan ,“ tegas Bupati Martin Rantan SH usai melantik BLU Rsud Drs Agoesdjam yang bertempat diaula Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang Senin (7/5).

Lebih lanjut kepada dewan pengawas yang diamanati jabatan publik harus mengerti memahami melaksanakan dan menegakan aturan yang ada.

“Kepada dewan pengawas RSUD Dr Agoesjam Ketapang untuk membantu dengn mengawasi proses layanan publik,” kata Bupati Martin Rantan SH.

Bupati Martin Rantan SH bersama ketua BLU Rsud Dr AGoesdjam Ketpang H Rustami, dan Aloysius Ala, di aula Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang
Bupati Martin Rantan SH bersama ketua BLU Rsud Dr AGoesdjam Ketpang H Rustami, dan Aloysius Ala, di aula Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang.

Disampaikan Bupati bahwa di RSUD Dr Agoesdjam banyak keluhan-keluhan masyarakat yang disampiakan seperti penanangan pasien masuk terlambat, beberapa dokter spesialis yang tidak taat jadwal tugas masuk.

“Mungkin Direktur Rsud Agoesdjam takut lapor kepada Bupati, wakil Bupati atau lainnya, tetapi dengan adanya dewan pengawas ini terhadap dokter yang kurang memahami tugasnya sebagai dokter, ” terang Bupati.

Dengan adanya badan pengawas ini Bupati berharap bagai mana rumah sakit daerah ini bisa meningkatkan layanan publik.

Hal lain yang diingatkan Bupati seperti, masalah tarif yang harus di benahi juga, karena tarif yang dipasang badan layanan umum saat ini yang sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini dan harus menjadi perhatian.

“Biaya rawat inap satu malam hanya Rp, 20 ribu sementara di kabupaten kabupaten lain sudah mencapai minimal Rp, 50 ribu permalam, hal ini perlu dilakukan revisi Perbup atau Perdanya,” jelas Bupati lagi.

Menurut Bupati meskipun Badan Layanan Umum Daerah tidak berorientasi pada profit, tetapi degan kondisi keuangan RSUD saat ini mau tidak mau harus berorientasi pada profit, meskipun profit yang didapat tidak maksimal tetapi paling tidak bisa menstabilkan keseimbangan necara keuangan supaya balance.

“Untuk subsidi kesehatan masyarakat sudah ada BPJS, coba bayangkan jika ada satu pasien yang tidak pakai BPJS tetapi mau berbulan-bulan cuci darah di RSUD, jadi wajar saja kalau keuangan di RSUD tidak stabil, “ kata Bupati.

Hal ini menurut Bupati menjadi tugas dewan pengawas untuk mendampingi, mengendalikan managemen yang ada, dengan melaksanakan pengawasan pengendalian dan pembinaan terhadap kinerja Rsud Dr Agoesdjam Ketapang. (Adv/Jay)

Leave a Reply

Your email address will not be published.