Ternyata Ini Penyebab PT AJB, BMS dan SMS Tidak Hadiri Mediasi

Mediasi
Mediasi para pekerja di Disnakertrans.

KETAPANGNEWS.COM—Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) melakukan mediasi kedua antara pimpinan PT Agra Jaya Buktitama (AJB), PT Batu Mas Sejahtera (BMS) dan PT Sawit Makmur Sejahtera (SMS) bersama pekerjanya, Kamis (5/3) di aula Disnakertrans.

Mediasi dilaksanakan atas dasar indikasi pemecatan sepihak oleh Perusahaan terhadap karyawannya. Sayangnya, dalam mediasi terakhir itupun tidak ditemukan kesepakatan, karena hanya dihadiri sebelah pihak (pekerja-red).

Kendati perwakilan perusahaan tidak hadir, mereka mengirimkan surat pemberitahuan ke Diasnakertrans Ketapang terkait alasan mereka tidak menghadiri.

Pada surat dengan tanggal 4 April yang ditandatangani oleh Pimpinan Perusahaan, Linda Manurung itu dituliskan pemberitahuan tidak bisa menghadiri.

Namun, dalam surat itu juga dijelaskan bahwa pihaknya (AJB, BMS dan SMS) telah menghadiri panggilan sidang mediasi kedua tanggal 3 April sebagaimana surat panggilan dari Disnakertrans tertanggal 23 Maret.

Setelah kami (perusahaan-red) hadir dan bertemu pihak Disnakertrans, ternyata jadwalnya tidak jadi tanggal 3, melainkan 5 April. Sementara tanggal 5 April pihaknya tidak bisa menghadiri mediasi dikarenakan ada jadwal meeting yang tidak bisa diwakilkan.

Tetapi, bahwa menyikapi permasalahan ini pihak pengusaha menghormati terhadap keputusan kepala Disnakertrans Ketapang.

Kemudian, dalam surat tersebut juga disampaikan tentang penjelasan pihak perusahaan sebanyak dua point untuk dibacakan pada sidang mediasi kedua.

Pertama, keputusan pimpinan manajemen tetap sesuai dengan yang telah disampaikan pada sosialisasi/perundingan di perusahaan tanggal 6 Februari 2018 dan terakhir pada sidang mediasi di Disnakertrans tanggal 15 Maret 2018.

Kedua, bahwa pengusaha tetap pada kesimpulan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tersebut dengan memberikan hak pesangon satu kali ketentuan. Sebagaimana diatur dalam pasal 164 ayat 1 dan 2 UU nomor 13 tahun 3003.

Atas ketidak hadiran pihak perusahaan, para pekerja tampak kecewa. Terutama pada kesalahan jadwal yang dibuat instansi paling kompeten soal urusan Ketenagakerjaan itu.

Kepala Disnakertrans, Dersi SH dalam kesempatan itu menjelaskan, bahwa sebenarnya mediasi dilakukan pada tanggal 5 April sesuai hasil kesepakatan bersama. Adapun surat pada tanggal 3 April yang dikirim ke perusahaan, diakuinya kesalahan tekhnis pihaknya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.