Polres Ketapang Gelar Pasukan Operasi Bina Karuna Kapuas 2018, Ini Pesan Kapolda Kalbar

Polres
Kapolres Ketapang AKBP Sunario menyenatkan tanda operasi Bina Karuna Kapuas 2018 di apel gelar pasukan Rabu ( 11/4).

KETAPANGNEWS.COM- Polres Ketapang melaksanakan kegiatan Gelar Pasukan dalam rangka operasi Bina Karuna Kapuas 2018 yang dipimpin Kapolres Ketapang AKBP Sunario yang berlangsung di halaman Mapolres Ketapang, Rabu ( 11/4).

Peserta diikuti Forkompimda Ketapang, para perwira , Bintara , PNS Polres Ketapang, TNI, Ormas, Mangala Agni, para tokoh masyarakat, tokoh Agama, Tokoh Adat dan tokoh Pemuda Ketapang.

Kapolres Ketapang Ajun Komisaris Besar Polisi ( AKBP ) Sunario saat membacakan sambutan Kapolda Kalbar Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono S.H, MH menyebutkan, Kalimantan Barat termasuk salah satu propinsi yang rawan kebakaran hutan, kebun dan lahan, dimana faktor pemicu terjadinya kebakaran adalah pembakaran lahan perkebunan dengan cara dibakar dan tidak terkendali, sehingga membakar lahan gambut lainya.

“Terjadinya kebakaran hutan, kebun dan lahan di areal yang luas dapat menimbulkan dampak yang besar munculnya kabut asap, ” tegas Kapolres membacakan amanat Kapolda.

Kabut asap lanjut Kapolres dapat merusak saraf otak, menghambat kecerdasan dan pertumbuhan anak-anak, mengangu aktifitas belajar anak di sekolah, menimbulkan penyakit infeksi saluran pernapasan, menghambat, transportasi penerbangan, lalu lintas di darat dan di laut serta menghambat pertumbuhan ekonomi.

Polres
Peserta mengikuti apel gelar pasukan operasi Bina Karuna Kapuas 2018 di halaman Polres Ketapang Rabu ( 11/4).

Hot Spot di Kalimantan Barat lima Tahun Terakhir

Adapun data Hot Spot di Kalimantan Barat lima Tahun terakhir, di tahun 2013 ada 3.219 Hot Spot, tahun 2014, ada 5.277 Hot Spot, tahun 2015 ada 2.724 Hot Spot, tahun 2016 ada 1.021 Hot Spot dan tahun 2017 tercatat 640 Hot Spot.

” Dari data tersebut Hot Spot di Kalimantan Barat mengalami penurunan setiap tahunya dan paling sedikit tahun 2017 itu merupakan upaya kita bersama yang bersinergi untuk mencegah hal tersebut terjadi,” katanya.

Adapun upaya penanggulangan Karhutla dapat dilakukan dengan upaya preentiif antara lain pemetaan Hot Spot, deteksi dini, melalkukan himbauan, melakukan sosialisasi kepada pihak perusahaan dan masyarakat, melakukan kegiatam koordinasi dengan instansi lain, memberdayakan peran Bhabinkamtibmas, peran tomas dan mendorong Pemda melakukan upaya sesuai tupoksinya.

” Upaya preeventif antara lain dengan melakukan patroli bersama,patroli udara, mendatangi TKP dan melakukan pemadaman bersama-sama serta mengajak masyarakat dan perusahaan guna mengantisipasi kebakaran,” tuturnya.

Adapun upata Gakkum dengan mendatangi TKP , melakukan kegiatan lidik, sidik, saksi ahli, gelar perkara dan menyerahkan berkas , barang bukti dan tersangka ke Jaksa Penuntut Umum.

Yang menjadi perhatian adalah masyarakat yang melakukan kegiatan perkebunan, pertanian dan persawahan, masyarakat atau perusahaan yang melakukan kegiatan yang berkaitan dengan membuka hutan dan lahan dengan cara membakar lahan dengan mengatasnamakan tradisi atau adat.

” Berdayakan petugas patroli Desa untuk mencegah Karhutla dan giat patroli dititik beratkan pada titik Hot Spot. Jika menemukan titik api segera dipadamkan, laksanakan Patroli terpadu TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat peduli api serta mapping Desa- Desa yang berpontensi terjadinya Karhutla, ” pesanya.

Polres
Peserta gelar pasukan dari Manggala Agni mengikuti apel operasi Bina Karuna Kapuas 2018 di halaman polres Ketapang Rabu ( 11/4).

Membakar Lahan Dipidana 10 Tahun Penjara Denda 10 Milyar

Kiranya perlu kesadaran dari semua pihak penguna lahan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dalam Undang- Undang Perkebunan No 39 Tahun 2014 pasal 56 menegaskan, ” Setiap pelaku usaha perkebunan perkebunan dilarang membuka dan atau mengolah lahan dengan cara membakar dan berkewajiban memiliki sistem sarana dan prasarana pengendalian kebakaran lahan dan kebun”. Pada pasal 108 menegaskan, ” setiap pelaku usaha perkebunan yang membuka dan atau mengolah lahan dengan cara membakar, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak 10 Milyar”.

” Masyarakat dalam membuka ladang berpindah dengan cara membakar harus dicarikan solusinya bagaimana mereka tetap dapat bercocok tanam dengan tidak membakar lahan. Berikan solusi yang berkaitan dengan sistem tanam dan permodalan yang tepat dan efisien,” ujarnya.

Para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, toloh pemuda dan instansi terkait, diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam mencegah dan menemukan solusi Karhutla di Kalimantan Barat yang dapat menampung kepetingan dan kebutuhan semua pihak termasuk kebutuhan para petani ladang yang membuka lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

“Saya mengajak kepada seluruh peserta gelar pasukan dan semua segenap elemen masyarakat bersinergi, bersatu padu bahu membahu untuk memberikan solusi bagi permasalahan Karhutla di Kalimantan Barat yang kita cintai ini,” ajak Kapolda.

Kapolda berpesan kepada anggota yang terlibat Operasi Bina Karuna Kapuas 2018 agar melaksanakan operasi tersebut dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab serta dapat berkerjasama dengan komponen lainya termasuk masyarakat, sehingga tujuan operasi ini adalah tidak adanya Asap di Kalimantan Barat dapat berjalan lancar.

“Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan bimbingan dan petunjuk serta Hidayahnya, memberikan kekuatan lahir dan batin kepada seluruh Rakyat Indonesia sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia semakin kokoh dan dapat membuat seluruh rakyat Indonesia merasakan kehidupan yang adil dan makmur,” ucap Kapolda.(jay)

Leave a Reply

Your email address will not be published.