Bupati Ingatkan Petani Jangan Jual Sertifikat Kebun Sawit

Bupati
Penyerahan Sertifikat SHM Petani Plasma PT HHK oleh Bupati Ketapang.

KETAPANGNEWS.COM – Petani plasma tahap II Mitra PT Harapan Hibrida Kalbar (HHK) menerima sertifikat hak milik petani. Penyerahan secara simbolis

Kepada perwakilan dari Desa Seguling, Batu Sedau, Sauk Burung dan Manismata disampaikan Bupati Ketapang, Martin Rantan SH bersama Direktur PT HHK, Luhur Samin, didampingi Wakil Ketua DPRD Ketapang, Qadarini SE dan Sekcam Manismata, Drs Adi Kesuma, di pendopo rumah dinas Bupati Ketapang, Jum’at (13/4).

Penyerahan sertifikat petani plasma yang dilakukan pada Hari Jum’at ditegaskan Sekcam Manismata, Drs Adi Kesuma dilaksanakan secara simbolis kepada perwakilan empat desa. Penyerahan sertipikat ini menunjukkan itikad baik dari manajemen perusahaan dan pemerintah daerah.

Sekcam Manismata yang mewakili Camat Manismata yang masih berada di Lombok, menuturkan bahwa dalam penyerahan sertifikat ini dihadiri kepala desa, masing-masing dari Kades seguling, Kades Batu sedau dan Kades Sauk Burung. Sedangkan Kades Manismata berhalangan hadir, karena harus mendampingi istrinya melahirkan.

Selanjutnya, Luhur Samin Direktur PT HHK menyebutkan penyerahan sertifikat plasma ini merupakan tahap II, dimana tahap I sudah dilakukan sebelumnya. Untuk tahap II ini terdapat 491 sertifikat yang diserahkan.

Ia menyebutkan seiring dengan tujuan pemerintah daerah untuk mensejahterakan masyarakat, hal tersebut juga sejalan dengan tujuan perusahaan. Dimana, dari hasil pengelolaan yang baik, di perusahaan ini antara kebun plasma dan inti tidak ada perbedaan.

Bahkan, dari hasil yang diserahkan ke petani sisa pembayaran kredit mencapai Rp 50-70 juta. Dari peyerahan sertipikat tahap Pertama, kebun yang diserahkan dikelola oleh plasma. Namun, dari pengamatan di lapangan, ia melihat pengelolaan yang dikelola plasma kurang efesien, sehingga berpengaruh pada hasil kebun. Karena itu, dalam penyerahan tahap II ini, ia menyarankan agar pengelolaan plasma tetap dilakukann oleh perusahaan sehingga hasilnya tetap maksimal.

“Pengelolaan ini pada intinya adalah kepercayaan,” paparnya.

Setelah itu, kemudian dilakukan penyerahan sertipikat secara simbolis kepada petani plasma. Penyerahan langsungd dilakukan Bupati Ketapang didampingi Direktur PT HHK, Wakil Ketua DPRD Ketapang dan Sekcam Manismata Setelah penyerahan, kemudian berlanjut dengan foto bersama Bupati dengan petani plasma. Bupati Ketapang, Martin Rantan SH sebelum memberikan pengarahan memperkenalkan satu persatu kepala SKPD yang hhadir kepada petani.

Menurut Bupati Ketapang, penyerahan sertifikat petani plasma ini merupakan bentuk hubungan yang baik. Hubungan baik itu harus di jaga dan dipertahankan. Hubungan baik itu meliputi hubungan dengan pemerintah daerah, baik dari Bupati, SKPD, camat sampai ke desa.

“Setelah itu pengusaha beserta jajarannya. Dari direktur, manajer sampai ke pekerja di lapangan, Juga masyarakat sebagai pemilik plasma harus kompak,” ucap Bupati Ketapang.

Ia menuturkan, Investasi itu tentunya perusahaan harus untung. Kalau perusahaan mengalami kerugian, maka perkebunan tidak ada yang mengelolanya. Karena itu, kita harus memberikan rasa aman dan situasi yang kondusif, supaya manajemen perusahaan bisa bekerja dengan baik.

“Ini menjadi tugas kita bersama, Tugas perusahaan, tugas pemerintah dan tugas masyarakat,” lanjutnya.

Tugas perusahaan tentunya bagaimana mengelola modal supaya bisa menguntungkan. Dan masyarakat yang terlibat dalam perkebunan bisa menjadi sejahtera. Karena itu, Bupati Ketapang merasa senang mendengar ada petani yang bisa mendapatkan Rp 50-70 juta.

Harapannya, semoga pendapatan petani bisa membaik, minimal bisa membuat dapur tetap berasap. Begitu juga biaya Kuliah anak, biaya berobat dan lain sebagainya. Ia menyebutkan, dahulu SDA kita biarkan juga tidak ada hasilnya.

Bupati menceritakan ia pernah diskusi dengan seorang aktivis lingkungan. Dimana, disarankan agar di Kabupaten Ketapang tidak hanya.kebun sawit saja. Ketapang harus mempertahankan hutan. Disebutkan Martin Rantan, Pemerintah pusat dan daerah sudah memberikan tata ruang nasional dan tata ruang daerah. Dimana, masing-masing kawasan sudah diperuntukkan menjadi hutan lindung, hutan produksi, hutan konversi, ada juga APL (area penggunaan lain) yang bisa digunakan jadi kebun.

“Saya bilang, Kalian jangan suruh orang tanam karet semua, tapi akhirnya karetnya ngomong, tidak pernah kalian laksanakan tanam sebatang pun. Akhirnya dia pun pulang,” ucap Martin Rantan.

Karena itu, dengan penyerahan sertifikat petani plasma, Bupati Ketapang mengharapkan pemilik tidak menjual. Ia menegaskan, jangan sampai sertifikat ini dijual kepada pihak lain. Bupati Ketapang mengingatkan bagaimana pada beberapa kawasan kebun banyak petani yang menjual sertifikatnya kepada pihak lain, sehingga ada satu orang yang membeli sampai ratusan hektar dan sekian kapling. Dengan tidak menyebutkan nama pembeli lahan, Bupati Ketapang menegaskan pada akhirnya masyarakat hanya menjadi penonton saja. Padahal kaplingan sawit itu adalah harta yang dimiliki petani.

“Jangan dijual lagi, Gara-gara katanya mau beli gula, beli arak, beli honda, jangan dijual, sayang kalau dijual.,” tutur mantan anggota DPRD Kalbar.

Ia menerangkan bahwa tugas pemerintah, dari Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, sampai kepala desa dan sebagainya tujuannya adalah ingin membantu masyarakat berusaha. Begitu juga membantu perusahaan, sehingga perusahaan bisa untung dan masyarakat sejahtera. Kalau masyarakat sejahtera, dan perusahaan dapat untung, maka daerah bisa maju.

Ketua DPD Partai Golkar Ketapang ini membayangkan dari satu berondol sawit sampai terjadi perputaran perekonomian. Mulai dari perizinan, land clearing, pembibitan, penanaman sampai hasil dari industri hilir sawit dijelaskannya.

Ia mencontohkan sama dengan masa lalu, masyarakat menggantungkan hidup pada sektor kayu. Dari satu pohon kayu, ditebang, dirakit, masuk ke sawmil sampai ke ekspor dan menjadi sebuah bangunan.

Ia menjelaskan hal tersebut, karena investasi perkebunan sawit itu tidak mudah. Karena itu harus dijaga. Dengan penyerahan sertifikat kepada petani, ia berharap hubungan baik harus tetap dijaga sampai ke fase dan siklus yang berikutnya. Tak lupa ia mengucapkan selamat ke petani, dimana derngan adanya sertifikat maka petani mempunyai hak yang jelas atas kepemilikan lahan. Sertifikat ini juga bisa digadaikan ke Bank, jika ingin melakukan peminjaman. Tapi pinjaman itu harus tetap dibayar. Supaya hasil kebun tetap baik, walaupun sertifikat sudah diserahkan.

Bupati Ketapang menyarankan ada baiknya kebun tetap dikelola perusahaan, sehingga tetap efesiensi dalam pemupukan dan lain sebagainya. Karena itu, dia menyarankan kepala desa melakukan koordinasi dengan perusahaan bagaimana perusahaan tetap membimbing petani sehingga hasil kebun tetap maksimal. Apalagi pihak perkebunan banyak memiliki tenaga ahli yang faham teknik perkebunan, pemupukan dan lain sebagainya.

“Tadi saya baru menerima investor dari Uzbekistan. Tidak bisa bahasa indonesia, tidak bisa bahasa inggris.bisanya bahasa uzbek, dimana Uzbekistan ini dekat-dekat Rusia sana,” papar Martin Rantan.

Calon Investor yang datang ke Bupati Ketapang, rencananya akan menanamkan investasi membangun pabrik sabun. Salah satu bahan baku sabun ini adalah limbah sawit. Menurut Bupati Ketapang, calon investor ini mengatakan kalau urusan di Ketapang ini berhasil mereka akan membawa segala urusan yang ada di pecahan negara Rusia, seperti Turkemistan, Azerbaijan, maupun Rusia untuk berinvestasi ke Ketapang.

Karena apa, sebab mereka memiliki kelesuan hubungan bilateral dengan Amerika. Rencananya, investasi yang ada di sana akan ditarik ke Indonesia, khususnya ke Ketapang. Dengan begitu, selain 74 perusahaan kebun di Ketapang, maka bakal ada Industri hilir yang mengolah sabun, kosmetik, minyak goreng dan lain sebagainya. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui bahwa dari satu brondol tadi siklusnya panjang bisa menghasilkan berbagai macam produk yang kita gunakan sehari-hari.

“Sampaikan salam saya kepada masyarakat, Desa Seguling, Suak Burung, Batu Sedau, dan Manismata, supaya sertifikat jangan dijual atau dipindah tangan ke pihak lain,” tuntasnya.(adv/Jay)

Leave a Reply

Your email address will not be published.