1.345 Orang Ganguan Jiwa Masih “Terpasung”

Asisten II Setda Farhan SE M.SI mewakili Bupati Ketapang membuka kegiatan Koordinasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat di hotel Borneo Ketapang.,,
Asisten II Setda Farhan SE M.SI mewakili Bupati Ketapang membuka kegiatan Koordinasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat di salah satu hotel Ketapang Selasa ( 10/4).

KETAPANGNEWS.COM – Sebanyak 3.441 Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) telah bebas dari pasung. Sementara 1.345 (ODGJ) atau 28,1persen masih terpasung dan dalam penanganan.

Hal ini diungkapkan Bupati Ketapang dalam sambutanya yang dibacakan Asisten II H. Farhan SE, M,Si dalam rapat koordinasi Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Ketapang dalam Pertemuan Koordinasi Dan Advokasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Ketapang Selasa (10/4) di salah satu Hotel Ketapang.

“Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial,” kata Farhan.

Ia mengatakan, sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.

Farhan memaparkan, berdasarkan Undang- Undang nomor 18 Tahun 2014 tentang kesehatan jiwa dikatakanya, upaya Kesehatan Jiwa merupakan kegiatan untuk mewujudkan derajat kesehatan jiwa yang optimal bagi setiap individu, keluarga dan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan atau masyarakat.

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) upaya kesehatan Jiwa menurut Farhan harus dilakukan secara terintegrasi, komprehensif, dan berkesinambungan sepanjang siklus kehidupan manusia yang harus dilakukan secara terkoordinasi dengan tujuan menjamin setiap orang agar dapat mencapai kualitas hidup yang baik, menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, tekanan, dan gangguan lain yang dapat mengganggu Kesehatan Jiwa.

Selanjutnya berdasarkan data Kementerian Sosial tercatat dari 26 provinsi di Indonesia, jumlah penyandang disabilitas mental (ODGJ) sebanyak 4.786 orang.

Dari angka tersebut disebutkan Dia sebanyak 3.441 orang telah bebas pasung. Sementara 1.345 (28,1persen ) masih terpasung dan dalam penanganan.

Sementara provinsi yang sudah bebas pasung menurut data di Kemensos adalah Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Bangka Belitung.

Ia menyebutkan, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab atas pemerataan penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan jiwa dengan melibatkan peran serta aktif masyarakat, pembiayaan yang cukup termasuk pengobatan dan perawatan gangguan jiwa untuk masyarakat miskin.

Dia menekankan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dimasyarakat harus mampu memberikan pelayanan kesehatarn jiwa termasuk pengobatan yang diperlukan. Rumah Sakit Umum harus menyediakan tempat tidur sehingga bisa merawat ODGJ yang memerlukan perawatan.

Asisten II Farhan mengharapkan keterlibatan aktif dari semua Lintas Sektor Khususnya yang tergabung di dalam tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat (TPKJM) Kabupaten Ketapang bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mampu mengenali kasus-kasus gangguan jiwa di masyarakat.

“Menghindari pemasungan dan mendorong anggota masyarakat untuk berobat dan melakukan kontrol masalah Kesehatan Jiwa,” ucapnya.

Sehingga di Kabupaten Ketapang dapat teratasi dengan baik dan terorganisir, sehingga Ketapang dapat terbebas dari Kasus “PASUNG” dan masyarakat Ketapang yang sehat jiwa.(Jay)

One Response to "1.345 Orang Ganguan Jiwa Masih “Terpasung”"

  1. Utin   11 April, 2018 at 6:46 pm

    Boleh send artikelnya pak?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.