Tenun Sambas Ramaikan Fashion Nasional

????????????????????????????????????
Wabup Sambas Hairiah (jilbab pink) saat menghadiri EJFT di Surabaya, beberapa waktu lalu dalam memperkenalkan kain songket Sambas.

KETAPANGNEWS.COM, Sambas—Kain tenun asal Kabupaten Sambas meramaikan ajang fashion Nasional, 2-4 Maret lalu di kota Surabaya, Jawa Timur. Kain corak lunggi pada ajang fashion East Java Fashion Tendance (EJFT) 2019 Surabaya, diberikan kehormatan.

Adapun rancangan yang ditampilkan pada EJFT hasil perancang busana Kalimantan Barat (Kalbar), Savitri. Ia diundang khusus guna menghadirkan ide dan kreasi mode fashionnya pada Gelaran yang melibatkan designer-designer Jawa Timur, yang digelar di Ciputra World Mall Kota Surabaya yang diselenggarakan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia Jawa Timur.

Savitri, sebagai anggota Mode Indonesia dari Kalbar menghadirkan 10 rancangan busana muslim perempuan. Perancang yang notabene kakak kandung Wakil Bupati Sambas, Hairiah itu memadukan fashion dengan warna dominan putih dibalut kreasi indah kain Lunggi Sambas.

Wakil Bupati Sambas, Hairiah yang hadir langsung menyaksikan peragaan busana di Autrium Ciputra World Mall Surabaya mengatakan, kehadirannya di Surabaya sebagai bentuk dukungan dan upaya memperkenalkan kain Lunggi atau tenung songket Sambas. Tentunya, kata dia, secara luas dalam lingkup nasional dan international.
“Kita patut bersyukur, ada perancang mode yang berkreasi dengan kain tenun khas daerah kita. Ini harus kita apresiasi,” kata Hairiah.

Hairiah mengatakan guna memperkenalkan kain Lunggi Sambas, harus banyak melibatkan banyak pihak. Dia menyebutkan partisipasi para perancang busana sangat penting dan strategis.

“Kedepannya harus kita rancang, bagaimana para perancang busana memiliki ketertarikan untuk mengeksplorasi kain yang kita punya. Kita tahu, kain Lunggi adalah warisan budaya yang tinggi. Dari prosesnya saja, ada cerita tersendiri, dan ini adalah nilai tambah dari filosofi kain itu sendiri,” tutur dia.

Wabup berharap, semua mempromosikan kain Lunggi Sambas. Kata Hairiah, itu semua bisa dimulai dari diri sendiri. “Minimal kita masyarakat Kabupaten Sambas harus bangga dengan warisan budaya ini. Kita juga harus bisa memasyarakatkan kain kita. Biar semua ini bisa menjadi massif,” terang dia.

Savitri, usai penampilan hasil kreasi dia dievent EJFT 2019 Surabaya, mengatakan, kain Lunggi Sambas bisa dikreasikan dengan banyak gaya. Dia menuturkan, kreasi penataan mode fashionnya, tidak hanya terbatas pada kebiasaan yang telah diterapkan ditengah-tengah budaya masyarakat kab sambas.

“Banyak yang bisa kita kombinasikan dengan kain lunggi ini. Tidak hanya busana muslim, busana biasa juga bisa kita kreasikan. Jadi tidak harus melulu terpaku pada satu mode,” papar dia.(thor)

Leave a Reply

Your email address will not be published.