Ini Reward Bagi Desa Makmur Siaga Api

Program Sukses Sinarmas

Sinarmas
Vice President Agronomy Sinarmas Agribusiness and Food Wilayah Kalbar Junaidi Piliang memberikan Reward DMPA PT Agrolestari Mandiri di Sungai Kelik, Nanga Tayap, Ketapang, Rabu (14/2).

KETAPANGNEWS.COM – Reward Desa Makmur Peduli Api (DMPA) diberikan Sinarmas kepada delapan desa binaan PT Agrolestari Mandiri berupa bantuan dana Rp 600 juta untuk fasilitas umum di Desa Sungai Kelik Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat Rabu (14/2).

CEO Perkebunan Sinarmas Wilayah Kalimantan Barat, Susanto dalam release yang diterima awak media menjelaskan, Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) Sinarmas Agribusiness and Food telah menyelesaikan tahun yang sukses dengan berkurangnya titik panas dan kebakaran di 17 desa di Kalimantan Barat dan Jambi.

Pasalnya tahun 2017 jumlah titik panas dan titik api di desa peserta Program DMPA binaannya telah menurun menjadi 13 titik panas dan 9 titik api.

“Sebelumnya 25 titik panas dan tujuh titik api pada 2016 dan 423 titik panas dan 271 titik api pada 2015,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, jadi delapan di antara 17 desa binaan kita di Kecamatan Nanga Tayap Ketapang mendapatkan bantuan infrastruktur senilai Rp 600 juta. Bantuan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya desa tersebut dalam menjaga kebakaran di daerah mereka pada 2017.

Desa-desa yang menerima reward yakni Desa Tajok Kayong, Nanga Tayap, Lembah Hijau 1, Lembah Hijau 2, Siantau Raya dan Sungai Kelik. Serta Desa Simpang Tiga Sembelangaan dan Tanjung Medan.

“Program DMPA telah mengurangi kebakaran hutan, perkebunan dan Iahan di daerah sekitar operasional perkebunan Sinarmas. Pada hal pada tahun sebelumnya khususnya pada 2014 dan 2015 hampir di seluruh Indonesia terjadi kebakaran,” ungkapnya.

Menurutnya, sebab itu pencapaian ini tidak akan mungkin terjadi tanpa kerja sama Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat, Masyarakat Siaga Api. Serta anggota masyarakat petani dan Pemerintah daerah untuk mengatasi, mencegah dan menekan bencana kebakaran.

“Jadi kami ingin mengulangi kesuksesan ini pada 2018. Serta mengajak semua pihak untuk tetap waspada saat memasuki musim kering dan terus melindungi hutan dan masyarakat kita,” ajaknya.

Ia menuturkan, pada tahun yang sama program ini diperluas dengan menambahkan program pengembangan masyarakat yang fokus pada pengembangan plot pertanian organik. Program ini memungkinkan penduduk desa menanam berbagai macam sayuran untuk kebutuhan pangan. Sehingga memberikan sumber pendapatan tambahan melalui penjualan pertanian ke pasar lokal di Kalimantan Barat.

Susanto mengatakan, menyusul keberhasilan program DMPA yang dimulai pada 2016, pihaknya dengan senang hati melaporkan bahwa masyarakat di Ketapang tetap waspada dan berhasil meminimalkan kebakaran pada 2017 lalu.

“Selain fokus pada pencegahan kebakaran. Kami melihat kebutuhan masyarakat yang lebih Iuas dari desa binaan khususnya yang di Kalimantan Barat. Kami mengembangkan Program PET (Pertanian Ekologi Terpadu),” ucapnya.

20180214_130643
Kebun belajar Desa Binaan Lembah Hijau 2 Program Pertanian Ekologi Terpadu PT Agrolestari Mandiri.

Ia menuturkan, tujuan program pertanian ini untuk membantu mendidik masyarakat desa tentang metode pertanian organik berkelanjutan. Sehingga yang dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi sendiri. Kemudian memastikan ketahanan pangan dan mendukung pembangunan ekonomi.

Sejauh ini lanjutnya, sudah ada tiga desa percontohan dengan lebih dari 60 anggota petani bergabung dengan inisiatif pihaknya, dengan 70 persen di antaranya adalah perempuan.

“Kami berharap dengan bimbingan ini, para petani dapat menduplikasi proses tersebut di kebun mereka sendiri,” tuturnya.

Susanto menambahkan para peserta program PET maupun keluarganya telah menikmati manfaat dari program tersebut. Lantaran setiap keluarga mampu menghemat hingga Rp 300.000 per bulan dari pemotongan belanja sayuran dan rempah-rempah. Sebab kebutuhan itu sekarang bisa mereka penuhi dari kebun mereka sendiri.

” Selain itu, mereka menerima Rp 500.000 setiap bulannya dengan menjual sayuran ke desa-desa sekitar dari PET. Khususnya setelah dikurangi untuk kebutuhan pangan sendiri,” ungkapnya.(dra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.