Raker Data Pemilih Wujudkan Hasil Berkualitas

KPU Sambas
Komisioner dan Sekretaris KPU Kabupaten Sambas saat memberikan pengarahan kepada PPK pada pembukaan Raker, Selasa (9/1), di Hotel Pantura Jaya.

KETAPANGNEWS.COM, Sambas—Mewujudkan data pemilih berkualitas, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sambas menggelar rapat kerja dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), 9-10 Januari 2018. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Pantura Jaya diikuti seluruh anggota PPK se Kabupaten Sambas.

Ketua KPU Sambas, Su’aib mengatakan, rapat kerja dilaksanakan guna menyatukan persepsi tentang pemutakhiran data pemilih. Menurutnya persoalan data pemilih sering menjadi momok gugatan dalam sengketa pemilihan pada setiap pemilu.

“Pada pemilihan kepala daerah serentak yang akan dilaksanakan pada Juni 2018 ini sangat diharapkan data pemilih berkualitas. Kami sangat mengharapkan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang ditunjuk bekerja maksimal,” katanya.

Su’aib mengungkapkan, dalam menggapai tujuan untuk mendapatkan hasil maksimal dan data berkualitas, KPU RI mencanangkan gerakan coklit. Ungkap dia, setiap anggota KPU wajib untuk melakukan pendampingan PPDP dalam melaksanakan tugas minimal lima buah rumah.

“Tidak hanya anggota KPU saja, tetapi PPK petugas di tingkat kecamatan dan PPS di desa/kelurahan juga melakukan tugas sama mendampingi PPDP. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan tidak ada lagi yang namanya petugas bekerja di atas meja,” tegas Su’aib.

Sementara Anggota KPU, Ikhlas menjelaskan, setiap PPDP mempunyai buku kerja. Menurutnya, dengan buku kerja ini maka setiap hari kegiatan petugas akan tercatat dan dilaporkan ke PPS hingga ke PPK.

“Ketika petugas dilapangan tidak bekerja, maka PPS maupun PPK tidak akan bisa membuat laporan tentang hasil pekerjaan yang dilaksanakan. Ketika petugas tidak bekerja maksimal, maka hasil berkualitas yang diharapkan akan sulit dicapai,” ujarnya.

Dikatakan dia, bahwa kalau pemetaan satu tempat pemungutan suara 500-600 pemilih, jika satu hari petugas bisa mendatangi 20 rumah maka dalam waktu 30 hari pemutakhiran dapat diselesaikan.

“Bahkan bisa lebih cepat lagi bagi petugas di perkotaan. Sebab rumah berdekatan, sehingga mudah ditemui pemilihnya,” ucapnya.(riqy).

Leave a Reply

Your email address will not be published.