Operasi Pasar, Tujuh Ton Beras Ludes

OP Bulog Ketapang
Petugas dari Bulog Sub Divrei Ketapang saat melayani masyarakat membeli beras merah, Senin (15/1) di pasar Desa Sukabangun.

KETAPANGNEWS.COM—Perum Bulog Sub Divrei Ketapang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) menyelenggarakan Operasi Pasar (OP) Cadangan Beras Pemerintah (CBP) merk medium di Pasar Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Senin (15/1).

Dalam OP, Bulog menjual beras sebanyak tujuh ton kepada masyarakat dengan harga Rp 8.500 per Kg, atau dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Kalimantan Barat (Kalbar) saat ini, yaitu Rp 9.950 per Kg. Saat penyaluran, Bulog juga dikawal Satgas Pangan dari Polres Ketapang.

Kepala Perum Bulog Sub Divrei Ketapang, Suseno SE mengatakan, OP dilaksanakan dengan tujuan meredam harga beras yang melonjak naik diseluruh wilayah Indonesia. Sehingga Bolog harus menggelontorkan beras ke pasaran umum. Terlebih itu juga merupakan perintah dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Sesuai perintah, maka bulog menggelontorkan beras kepasaran umum, baik melalui OP langsung maupun melalui mitra kerja seperti pedagang, distributor dan lainnya,” kata Suseno saat diwawancara dilokasi pasar Sukabangun, Senin (15/1).

Antrian OP
Antrian warga saat membeli beras pada Operasi Pasar Bulog Sub Divrei Ketapang, Senin (15/1) di Pasar Desa Sukabangun.

Untuk pelaksanaan OP di Ketapang, lanjut Suseno menyasar pasar-pasar tradisional, terutama pasar pencatatan tentang inplasi. Seperti pasar Rangga Sentap, Pasar Sukabangun dan Pasar Sore Desa Paya Kumang.  Sementara batas pelaksanaan kbutuhan OP hingga 31 Maret  2018.

Mengenai harga beras dalam OP, menurutnya penjualan yang dilakukan pihaknya dibawah HET Kalbar, dan tidak boleh melebihi HET. Kemudian, untuk mitra yang bekerjasama dengan  bulog juga boleh menjual dibawah HET atau maksimal sama.

Sementara untuk stok, diungkapkan dia, saat ini memiliki kurang lebih 800 ton yang tersimpan di dua unit gudang, yakni gudang Mulia Kerta dan Gudang Mulia Baru. Dengan demikian, ia memastikan untuk tiga bulan kedepan ketersedian beras untuk Ketapang cukup dengan perkiraan lima ton per hari.

“Dengan ketersedian stok demikian, maka bisa dipastikan tiga bulan kedepan kebutuhan beras di Ketapang cukup. Bahkan, selain untuk kepentingan lain, juga untuk OP. Terlebih kita juga punya target,” ungkap dia.

Selain beras, pihaknya juga menyediakan kebutuhan poko lain. Diantaranya minyak goreng kemasan satu liter seharga Rp 12 ribu, gula pasir Rp 12 ribu dan daging beku Rp 80 ribu per Kg.

Salah satu warga Sukabangun, Kasdi (28) mengaku bersyukur atas dilakukannya OP oleh Bulog Ketapang. Lantaran menurut dia harga jual dalam OP lebih rendah dari harag biasa ia membeli di toko-toko.

“Biasanya saya kalau beli beras di toko Rp 12 ribu per Kg, kalau di OP (operasi pasar-red) ninikan kita beli hanya Rp 8.500, artinya ada perbedaan harga,” ucap kasdi usai membeli beras.

Ia berharap, OP oleh Bulog terus dilakukan, misalnya sebulan dua kali. Terlebih saat ini diakuinya harga beras di Ketapang mengalami kenaikan. Sehingga dengan OP tersebut dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu.

Berdasarkan pantauan Ketapangnews.com, sejak dimulainnya OP di Sukabangun, tampak ratusan warga mengantri untuk membeli beras murah tersebut. Bahkan kurang lebih dua Jam sejak OP dimulai, beras sebanyak tujuh ton itu ludes dibeli warga.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.