Mapala Politeknik Lakukan Penghijauan di Belaban Tujuh

Mapala
Mapala BMRB Politeknik Negeri Ketapang ketika bersiap-siap melakukan penanaman pohon.

KETAPANGNEWS.COM—Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT), Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Berayo Mengelitar Rimbak Borneo (BMRB) Politeknik Negeri Ketapang  menyelenggarakan sosialisasi, penghijauan, ekspedisi bukit belaban, di Desa Belaban Tujuh Kecamatan Tumbang Titi, 4 – 7 Januari 2018 kemarin.

Dalam pelaksanaan, Mapala BMRB memberikan bibit  pohon secra simbolis kepada Kepala Desa Belaban Tujuh. Dimana penyerahan itu diwakili oleh Wakil Direktur (Wadir) III Politeknik Negeri Ketapang,  Martanto ST MT.

Selanjutnya melakukan sosialisasi tentang menjaga alam agar tetap hijau sebagai paru-paru dunia kepada masyarakat.  Serta melakukan penanaman pohon bersama penduduk dan karang taruna desa setempat.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Yogi Firnanda mengatakan, setelah pihaknya melakukan penanaman pohon bersama warga, selama tiga bulan sekali Mapala BMRB akan melakukan pemantauan kelapangan. Tujuannya untuk memastikan pohon itu hidap atau tidak.

“Setelah kita tanam, tiga bulan kedepan akan kita pantau untuk memastikan apakah pohon ini tetap hidup atau tidak,” Kata Yogi Firnanda, Kamis (11/1) kepada Ketapangnews.

Adapun jenis pohon yang ditanam, diantaranya  Trembesi, pohon besar (local) serta sejumlah pohon berbuah lainnya. Diakui dia, bibit tersebut didapat pihaknya dari Yayasan Gunung Palung dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ketapang.

Mengenai tujuan pihaknya melakukan sosialisasi, lantaran selama ini banyak masyarakat awam yang tidak paham akan pentingnya menjaga lingkungan. Sehingga kitamencoba memberikan pemahaman terkait dengan pentingnya tumbu-tumbuhan bagi kehidupan dan lingkungan.

Sementara Kepala Desa Belaban Tujuh, Awaldi mengaku bangga atas kunjungan Mapala dari Politeknik. Karena telah ikut serta memberikan pemahaman melalui sosialisasi tentang pentingnya melestarikan tumbuh-tumbuhan.

“Kami sangat bangga dengan kunjungan para mahasiswa. Sebab kurang lebih 20 tahun desa ini berdiri, baru kali inilah dikunjungi mahasiswa. Terlebih lagi tujuannya untuk penghijauan dan sosialisasi, tentu sangat berguna sekali bagi desa ini,” Ungkap Awaldi.

Ia berharap, pelaksaan kegiatan seperti itu tetap berkesinambungan, bahkan kejenjang lebih luas. Misalnya tentang perkembangan teknologi dan kemajuan zaman.

“Hubungan antara Mapala dengan dan Desa ini (Belaban Tujuh – red) jangan cuma berakhir disini saja. Semoga berlanjut kejenjang lebih luas seperti perkembangan teknologi dan kemajuan zaman,” harapnya.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.