Banyak Lahan Gambut, Pemdes Sungai Putri Gelar Konsultasi Publik

IMG-20180110-WA0023
Peserta Konsultasi Publik Pemetaan Partisipatif dan Penggunaan Lahan Parsisifatif Desa, Rabu (10/1) di aula Bappeda Ketapang.

KETAPANGNEWS.COM – Guna memanfaatkan hutan rawa gambut untuk menopang mata pencaharian masyarakat, Pemerintah Desa Sungai Putri, Kecamatan Muara Pawan menggelar Konsultasi Publik Pemetaan Partisipatif dan Penggunaan Lahan Parsisifatif Desa, Rabu (10/1) di aula Bappeda Ketapang.

Kurang lebih 70 orang peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Diantaranya dari unsur sektor swasta, pemerintah, organisasi sipil dan lembaga donor. Tampak hadir juga Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, H Joko Yuhono SH MH.

Kepala Desa Sungai Putri, Aspawi dalam sambutannya mengatakan, Sungai Putri merupakan salah satu desa berbatasan langsung dengan komplek hutan gambut sentap kencang seluas 57.000 Ha. Bahkan merupakan gambut dalam 3-14 meter.

Sementara ketergantungan masyarakat terhadap Sumber Daya Alam (SDA) cukup tinggi. Namun ancaman terbesar dalam pelestarian hutan adalah alih fungsi oleh Perusahaan, karhutla dan ilegal logging.

“Untuk itu diperlukan upaya pelestarian, tapi tetap memperhatikan kehidupan masyarakat sekitar. Yakni membuat alternatif mata pencaharian sesuai dengan konsep kelestarian lingkungan,” kata Aspawi, Selasa (10/1).

Menurut dia, untuk mewujudkan itu perlu langkah strategis dan kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka pembangunan Desa Sungai Putri kedepan. Tahapan awal yaitu dilakukan pemetaan dan perencanaan tataguna lahan secara partisipatif.

Dijelaskan dia, pemetaan partisipatif merupakan salah satu alat mendapatkan informasi dan data keruangan dengan pendekatan partisipatif.

Kemudian, perencanaan penggunaan lahan secara partisipatif merupakan pendekatan sekaligus metode perencanaan pembangunan. Yakni dalam mewujudkan konservasi SDA secara partisipatif oleh masyarakat.

“Oleh karenanya kegiatan ini bertujuan untuk menemukan solusi atas permasaahan yang terjadi di Sungai Putri, terutama permasalahan pengelolan SDA,” ungkapnya.

Tujuan lain, sambung dia, memperkuat sinergi antara inisiatif sektor swasta dan pemerintah untuk membangun desa. Memaparkan hasil pemetaan partisipatif dan perencanaan penggunaan lahan secara partisipatif.

Serta memaparkan program kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah diidentifikasi, sehingga para pihak yang hadir dalam kegiatan dapat mendukung.

“Kita berharap, setelah kegiatan ini selesai ditemukan solusi untuk pemenfaatan lahan gambut yang lestari dan pengembangan ekonomi skala bisnis yang dapat didukung berbagai pihak,” tutupnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.