153 Ribu Lebih Mayarakat Belum Rekam e-KTP

Mansen SH
Kepala Disdukcapil Ketapang, Mansen SH saat ditemui awak media di ruangan kerjanya, Kamis (11/1).

KETAPANGNEWS.COM— Proses perekaman e-KTP tampaknya menjadi prioritas utama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ketapang. Terutama menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) bulan Juni 2018. Pasalnya perekaman e-KTP merupakan syarat pemilih.

Kendati sebagai syarat pemilih saat pelaksanaan Pilkada 2018, di Ketapang sendiri masih banyak masyarakiat belum melakukan perekaman e-KTP, yakni berjumlah 153.213 jiwa dari 416.103 wajib e-KTP atau 36,82 persen.

Kepala Disdukcapil, Mansen SH mengungkapkan, dari database SIAK per November 2017 untuk di Ketapang hingga kini baru 262.890 jiwa yang sudah melakukan perekaman, atau 63,18 persen dari wajib e-KTP. Diantara 262.890 sudah rekam, 24.725 masih menggunakan Surat Keterangan (Suket).

Sementara terkait perekama e-KTP sebagai syarat pemilih, pihaknya menargetkan minimal 80 persen akan melakukan perekaman dari wajib e-KTP. Karena saat ini diakui dia, Disdukcapil telah banyak melakukan terobosan dilapangan.

“Karena e-KTP merupakan syarat pemilihan, kami usahakan minimal 80 persen tercapai. Terlebih untuk Pilkada tahun ini Surat Keterangan (Suket) masih diperbolehkan,” ungkap Mansen SH kepada awak media, Kamis (11/1).

Guna mencapai target, dikatakan Mansen, pihaknya akan terus melakukan jemput bola dan berbagai upaya lainnya. Bahkan saat ini sedang dilakukan penataan pelayanan di Kecamatan Kota (Delta Pawan-red).

“Jemput bola tetap dilakukan, kemudian koordinasi kesemua lembaga juga dilakukan, tujuannya bagaimana mengajak masyarakat untuk mau merekam e-KTP. Bahkan surat juga telah disebarkan, ke Kecamatan dan Desa, sehingga tidak hanya kami saja yang mengajak merekam, tapi diperlukan andil berbagai pihak,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk ketersedian blanko e-KTP sendiri sebanyak kurang lebih 5.800 keping. Dimana pemerintah pusat juga telah mengintruksiakn, apabila tinggal e KTP tinggal 2.000 untuk mengambil terus agar tidak ada jeda kekosongan.

“Kita juga memprioritaskan bagi yang belum pernah rekam e-KTP. Namun bukan berarti mengenyampingkan pelayanan perubahan status atau data e-KTP yang sudah rekam,” tambahnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.