THM Hotel Borneo Tak Miliki Izin

THM Borneo Di Police Line
Polisi dan Satpol PP menyegel THM Hotel Borneo Emerald.

KETAPANGNEWS.COM – Terkait penyegelan Tempat Hiburan Malam (THM) Pub dan Karaoke Hotel Borneo Emerald Ketapang, Anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani meminta aparat penegak hukum baik itu Polres Ketapang maupun Satpol PP Ketapang selaku penegak Peraturan Daerah (Perda) untuk memberi sanksi tegas kepada pihak hotel dan tidak membuka police line sampai persoalan selesai.

“Kami apresiasi langkah berani aparat kepolisian dan Satpol PP dalam menyegel THM nakal yang melanggar aturan,” tegasnya Senin (4/12).

Ia menjelaskan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk dapat menindaklanjuti penyegelan ini, terlebih menurutnya terdapat penyalahgunaan izin yang dilakukan pihak Hotel Borneo Emerald yang mana izin pengelola hanya memiliki izin hotel bukan tempat hiburan.

“Itu tidak ada izin hiburannya, kalau pengelola bilang ada izin coba ditunjukkan, setahu saya borneo emereald hanya izin hotel,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta agar penyegelan yang dilakukan tidak cuma action sesaat, tetapi harus ada tindak lanjutnya dengan tidak membuka penyegelan sampai pihak hotel membuat izin hiburan namun tetap mengikuti prosedur dan aturan yang ada di Kabupaten Ketapang.

“Kalau cuma ada izin hotel ya jangan buka tempat hiburan malam, kalau mau buat izin baru ikuti aturan yang ada tapi bukan untuk tempat maksiat atau praktek prostitusi, yang kita takutkan tempat hiburan tidak ada izin jadi wadah peredaran narkoba dan lainnya. Untuk yang ada izinnya kita minta ikuti aturan jam operasional jangan buka semua liurnya saja,” ujarnya.

Iapun berharap, aparat terkait untuk dapat rutin melakukan penegakan aturan yang ada baik setiap satu minggu sekali atau satu bulan sekali bahkan kalau memungkikan setiap hari agar pelaku usaha di Ketapang bisa mengikuti aturan yang ada.

“Efeknya selain meminimalisir perbuatan kejahatan razia rutin agar dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pelaku usaha, dengan penegakan aturan maka pelaku usaha tidak memiliki izin di tutup sampai mereka membuat izin agar jelas peruntukan usahanya,” katanya.

Sementara Kasatpol PP Ketapang, Edy Junaidi membenarkan kalau hotel Borneo Emerald Ketapang tidak memiliki izin tempat hiburan dan hanya memiliki izin hotel.

“Mereka (borneo hotel-red) tidak memiliki izin tempat hiburan, makanya polres bekerjasama dengan satpol pp menyegel tempat pub dan karaoke mereka, jadi kalau masyarakat melihat tempat itu dibuka maka laporkan ke kami,” tegasnya.

Ia melanjutkan, selain sanksi penyegelan, sanksi lainnya yang diberikan pihaknya yakni sanksi penutupan terhadap lokasi THM Pub dan Karaoke Hotel Borneo Emerald lantaran tidak memiliki izin bahkan melanggaran aturan jam operasional THM yang memiliki izin.

“Jadi tidak kita perkenan dibuka lagi kecuali mereka mau mengurus izin hiburan itupun kalau nanti mereka mengurus izin hiburan jam operasionalnya harus mengikuti aturan Pemda Ketapang tidak boleh semaunya,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat razia yang dilakukan pihaknya menemukan sedikitnya ratusan orang di lokasi hiburan di Hotel Borneo Emerald Ketapang yang dalam keadaan sedang happy.

“Selama beroperasi tempat hiburan di Borneo Emerald tidak ada memberikan pemasukan buat daerah seperti pajak karena mereka tidak ada izin hiburan cuma izin hotel saja, saat ini tempat hiburannya kita tutup kalau mereka masih membangkang maka sanksi lainnya kita tempur ke jalur hukum,” pungkasnya. (dra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.