Satu Orang di Ketapang Diduga Mengidap Difteri

Dinkes
Plt Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Harto beserta stafnya saat diwawancara, Jum’at (15/12).

KETAPANGNEWS.COM—Dinas Kesehatan (Dinkes) Ketapang terus berupaya melakukan antisipasi terhadap mewabahnya penyakit Difteri. Satu diantara upaya yang sedang gencar dilakukan saat ini yakni menggalakkan tentang pentingnya imunisasi.Terlebih, penyakit tersebut kerap melanda anak-anak.

“Sebagai langkah antisipasinya, kita akan menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya imunisasi. Serta menyiapkan vaksin,” kata staf Bidang P2P Dinkes Ketapang, Zulkarnaen, Jum’at (15/12) kemarin kepada awak media.

Ia melanjutkan, untuk gejala penyakit difteri sendiri seperti demam lebih dari 38 drajat selsius, adanya pembengkakan di tenggorokan, hidung berair diserati dengan sesak nafas dan nyeri saat menelan.

“Untuk itu, apabila menemukan gejala-gejal tersebut, agar segera menghubungi tempat pelayanan kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan. Sehingga diketahui apakah penyakit difteri atau hanya radang tenggorokan biasa,” pintanya.

Sementra itu, Plt Kepala Dinkes, Harto mengungkapkan, berdasarkan laporan dari rumah sakit, di Ketapang terdapat satu orang yang gejalanya mirip dengan penyakit difteri. Namun tim dari Dinkes sudah melakukan pengambilan sampel, baik pasien maupun kedua orang tuanya.

“Untuk sempelnya sudah dikirim ke Pontianak guna mengetahui apakah penyakit itu positif atau negatif. Jadi sementara masih bisa terbilang sispek. Karena belum pasti, mengetahui hasilnya kita masih menunggu test labolatorium di Pontianak,” ungkap Harto, Jum’at (15/12).

Menurutnya, yang baru diketahui hingga saat ini di Ketapang baru satu orang. Mengenai asal penyakit, pihaknya masih mendalami. Apakah berasal dari Ketapang sendiri atau dari luar.

Dikatakan dia, jika hasil leb dari Pontianak dan penyakit tersebut dinyatakan positif, maka pihaknya akan melakukan hal-hal yang berkaitan dengan imunisasi kedepan. Seperti imunisasi massal dan lain-lain.

“Yang jelas, kita dari Dinkes tetap melakukan antisipasi dini terhadap penyakit difteri. Untuk sementara, kita baru menerima satu laporan saja, itupun belum bisa dipastikan positif,” lanjutnya. (absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.