Kenapa Menyusui Bisa Mencegah Kanker Payudara ?

IMG-20171213-WA0008
Cintya Lestari.

KETAPANGNEWS.COM– Dalam studi penelitian wanita yang berusia 25 tahun yang sudah memiliki anak ataupun tidak berisiko dua kali lebih besar menderita kanker payudara, hal ini disebabkan terjadinya pembengkakan dan peradangan pada jaringan payudara. Sehingga, menyusui dapat mencegah terjadinya pembengkakan dan peradangan jaringan payudara serta menurunkan risiko kanker payudara sebesar 59 persen.

Dalam sebuah penelitian wanita yang tidak menyusui bayinya akan terjadi peradangan pada jaringan payudara, peradangan terjadi dikarenakan jaringan pada payudara wanita akan kembali seperti semula pada saat sebelum hamil.

Dalam kenyataannya faktor-faktor yang memicu ibu untuk tidak memberikan ASI Eksklusif pada bayinya didasarkan karena pengetahuan ibu yang minim akan pentingnya ASI Eksklusif bagi ibu dan bayi, tingkat pendidikan yang rendah serta dukungan dari suami, keluarga dan kerabat dekat, selain itu posisi menyusui yang biasanya juga menjadi hambatan seorang ibu untuk menyusui, ibu seringkali tidak tau posisi yang benar saat menyusui buah hatinya.

Hal inilah yang biasanya membuat bayi kesulitan mendapatkan ASI dari sang ibu. Lamanya pemberian ASI dan makanan pendamping pada bayi tidak berpengaruh terhadapat risiko terkenanya kanker payudara. Jadi, menyusui salah satu rencana sederhana dalam mencegah terjadinya kanker payudara.

Ketika menyusui wanita memiliki siklus menstruasi yang lebih sedikit dibandingkan dengan wanita yang tidak menyusui, hal ini menyebabkan kadar hormon estrogen didalam tubuh lebih rendah, hormon ini merupakan salah satu pemicu kanker payudara.

Tidak hanya mencegah kanker payudara, menyusui juga dapat menjegah kanker ovarium yang sering terjadi pada wanita, kanker ovarium merupakan jenis kanker pembunuh nomor sembilan di dunia. Kenapa demikian? dalam penelitian studi internasional kanker ovarium sangat sulit di deteksi gejalanya. Pada umumnya gejala yang ditimbulkan oleh kanker ini hanya seperti sakit perut dan sering buang air kecil.

Dalam studi penelitian ketika wanita menyusui dapat menunda ovulasi, sebab ketika pelepasan telur dan tereksposnya ovarium dengan cairan yang banyak mengandung oesterogen. Ovulasi yang tinggi pada wanita memicu terserangnya kanker ovarium dan tumor.

Pemberian ASI tidak hanya bermanfaat bagi sang ibu saja tetapi juga bagi sang bayi, kenapa demikian? Yuk kita ulas satu persatu.

Sudah menjadi rahasia umum kalau ASI memiliki banyak manfaat dan zat gizinya mecukupi kebutuhan sang bayi. Dengan pemberian ASI Eksklusif dapat mengurangi angka kematian pada bayi setiap tahunnya tidak hanya itu pemberian ASI Eksklusif juga membantu tumbuh kembang yang ideal bagi sang buah hati.

Riset menunjukan bahwa menyusui juga berpegaruh terhadap harapan hidup di negara-negara maju dan berkembang. Selain baik dalam segi kesehatan dan medis menyusui juga baik dalam pandangan islam sebab Allah SWT mewajibkan seorang ibu untuk menyusui anaknya selama kurang lebih 2 tahun lamanya.

Pemberian ASI Eksklusif sebagaimana kita ketahui sangat banyak manfaatnya selain bermanfaat bagi ibu dan sang buah hati mungkin pemberian ASI Eksklusif juga beringankan beban pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh sang ayah seperti membeli susu formula untuk bayi jika tidak diberi ASI Eksklusif.

Penghematan waktu juga merupakan kelebihan dari pemberian ASI Eksklusif, karena menyusui dengan ASI tidak butuh waktu yang panjang untuk persiapannya dan selalu tersedia dalam kondisi segera.
Eiiits tapi mom sebelum mengikuti program ASI Eksklusif para mom juga harus menjaga kesehatan dan mengkonsumsi makanan yang bergizi karena produksi ASI yang melimpah juga berpengaruh terhadapat kesehatan para mom.

Pemberian ASI Ekskusif juga dapat membuat hubungan mom dan baby menjadi lebih dekat. Jadi, yuk mulai sekarang para calon mom yang ingin punya baby jalankan program pemberian ASI Eksklusif kepada buah hati kita, ga mau kan buah hati kita tumbuh berkembang menjadi generasi yang tidak cerdas ?.

(Penulis Cintya Lestari Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Leave a Reply

Your email address will not be published.