Jaksa : Ada Unsur Tindak Pidana di Kasus DAK Disdik

dugaan_korupsi
Ilustrasi dugaan korupsi.

KETAPANGNEWS.COM– Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang menegaskan adanya unsur tindak pidana yang dilakukan tersangka atas nama Sonlie dalam kasus dugaan Korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Disdik tahun 2011. Hal tersebut dipastikan pasca pengembalian berkas tersangka oleh penyidik Polres Ketapang ke Kejari Ketapang.

Kepala Kejaksaan (Kajari) Ketapang, Joko Yuhono melalui Kasi Pidsus, Zulkhaidir mengatakan pihaknya telah menerima pengembalian berkas dari penyidik Polres Ketapang yang sebelumnya diminta untuk melengkapi sesuai petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Pengembalian berkas yang telah diperbaiki penyidik Polres sudah kita terima 4 Desember (Senin-red),” katanya kepada wartawan Kamis (7/12).

Ia menuturkan, saat ini pihaknya masih dalam proses penelitian berkas yang dikembalikan apakah sudah sesuai petunjuk jaksa penuntut umum.

“Waktu penelitian satu pekan sejak berkas diserahkan ke kita, yang jelas sampai saat ini kita sudah temukan titik terang mengenai tindak pidana yang dilakukan tersangka,” jelasnya.

Namun memang untuk memastikan kelengkapan berkas perkara baru bisa diputuskan pada Senin (11/12) mendatang, dan jika memang nanti JPU menyatakan berkas perkara lengkap dan P21 maka penyidik Polres harus sesegera mungkin menyerahkan barang bukti dan juga tersangka ke JPU.

“Kalau sudah dilimpahkan barang bukti dan tersangkanya maka status tersangka menjadi terdakwa dan secepatnya kita limpahkan ke pengadilan Tipikor Pontianak,” ujarnya.

Sementara Kuasa Hukum Tersangka atas nama Sonlie, Dewa mengaku sementara ini pihaknya selaku pengacara tersangka akan melihat dulu nantinya berkas perkara seperti apa yang saat ini sedang diproses di Kejaksaan.

“Kami menunggulah, kalau berkas perkara dinyatakan lengkap oleh kejaksaan dan bisa dilanjutkan proses hukumnya tentu akan kami hadapi apapun itu,” tegasnya.

Bahkan, diakuinya pihaknya bersama dengan tersangka tentu akan membuktikan apa yang disangkakan pihak penegak hukum kepada tersangka tidaklah benar dan tentu akan kami hadapi semuanya.

“Karena apa yang dilakukan klien kami sudah benar, tidak ada penyimpangan dan tidak pernah klien kami mendapatkan sesuatu apapun, kalaupun ada kesalahan dalam proyek tersebut mungkin bukan pada klien kami,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap pihak penegak hukum dapat membuktikan secara materil dan formal, dan hal yang terpenting lainnya yang diharapkan pihaknya agar pihak Kejaksaan bisa membuka sejauh mana kasus ini, lantaran secara logikanya jika kasus dibilang masuk ranah tindak pidana korupsi tidak mungkin korupsi dilakukan hanya sendiri dan tentu melalui proses, kalau memang kasus ini terus berlanjut dan dinyatakan demikian.

“Apalagi klien kami hanya seorang pejabat pembuat komitmen (PPK-red) tentu diatas dia ada pejabat lebih tinggi, Kejaksaan harus membuka kasus ini lebih jauh,” harapnya.

Untuk diketahui, tersangka Sonlie saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ketapang yang sebelumnya merupakan salah satu pejabat di Dinas Pendidikan (Disdik) Ketapang dan dalam kasus DAK Disdik tahun 2011 menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). (dra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.