Pentas Seni Budaya Dayak Ketapang Dimulai

Ketua Harian DAD Ketapang
Ketua Harian DAD Ketapang, Heronimus Tanam saat menyampaikan sambutannya saat pembukaan PSBD dan Musdat, Minggu (19/11) sore.

KETAPANGNEWS.COM—Pelaksanaan Raker, Pentas Seni Budaya Dayak, Pameran dan Musdat Dewan Adat Dayak (DAD) Ketapang tahun 2017 resmi dibuka oleh Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis SH MH, Minggu (19/11) di halaman Pendopo Bupati Ketapang. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Cornelis.

Dalam pelaksanaan, kegiatan tersebut bertemakan “Melalui Pentas Seni Budaya Dayak dan Pameran DAD Ketapang Tahun 2017 Kita Perkokoh Persatuan dan Kesatuan, Bahu Membahu Dalam Pembangunan, Teguh Dalam Adat dan Budaya, Menuju Ketapang yang Maju dan Sejahtera”.

Pemukulan Gong
Presiden MADN, Cornelis SH MH saat memukul gong sebagai tanda acara dimulai, Minggu (19/11) sore.

Saat pembukaan dihadiri seluruh pejabat di Ketapang, diantaranya Bupati ketapang Martin Rantan, Wakil Bupati Suprapto S, Dandim 1203, Kapolres, Kepala Kejaksaan, Wakil Ketua DPRD, bahkan hadir juga Bupati Landak Dr Carolin. Serta para petinggi DAD Provinsi Kalbar dan Kabupaten Ketapang.

Ketua Umum DAD Ketapang, Drs Hendrikus Msi dalam sambutannya yang dibacakan Ketua Harian DAD, Heronimus Tanam ME mengatakan, pentas dan seni budaya dayak serta Musdat merupakan agenda tahunan DAD.

Menurutnya, pelaksanaan tahun ini terdapat hal istimewa, karena pada periode 2012-2017 kepengurusan DAD akan segera berakhir. Maka dalam rangka pentas seni budaya akan dirangkai dengan pemilihan kepengurusan baru periode 2017-2022.

“Moment ini juga telah kami jadwalkan setiap tahan. Untuk pentas seni budaya selalu diadakan di Kabupaten. Sementara moment gawai DAD selalu dilaksanakan di ibu kota Kecamatan secara bergiliran,” kata Tanam.

Dijelaskannya, kedua moment yang diselenggarakan DAD bertujuan, pertama ingin menggali potensi generasi muda dayak, baik dalam seni budaya dayak seperti melalui lomba lagu, tarian, cerita dongeg dan permainan tradisional.

Kedua, menggali dan mengembangkan potensi lokal dari kerajinan-kerajinan rumah tangga yang ikut serta dipamerkan pada stand Kecamatan. Kemudian juga sebagai sarana komunitas adat dayak yang hidup dan tumbuh ditanah Aray.

Serta sebagai sarana komunikasi dan sosialisasi, baik sesama masyarakat adat antar etnis dan suku yang ada di Ketapang khususnya, maupun suku yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) umumnya.

Lanjutnya, dengan kegiatan selama lima hari kedepan, DAD berharap untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan kreasi, bersosialisasi dan berorganisasi baik individu maupun kelompok.

“Selan itu, diharapkan juga selalu menjaga situasi dan kondisi agar tetap aman. Sehingga nyaman ditonton masyarakat,” pintanya.

Ditambahkan dia, DAD juga berkomitmen turut serta ambil bagian dalam menjaga keutuhan, keamanan, dan kondisi kebhinekaan di tanah air Kabupaten Ketapang bersama pemerintah.

Usai penutupan, seluruh peserta lomba dalam kegiatan tersebut melakukan pawai keliling kesejumlah jalan protokol ketapang.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.