Disdik: Guru Melahirkan Orang Hebat

Jahilin-2
Kepala Dinas Pendidikan Ketapang, H Jahilin.

KETAPANGNEWS.COM—Keberhasilan guru diseluruh penjuru bangsa dalam melahirkan orang hebat patut mendapat reward dari Pemerintah. Tak sedikit peranannya dalam menoreh prestasi terhadap bangsa Indonesia. Maka sesuatu yang wajar jika kesejahteraan guru mulai diperhatikan oleh Pemerinta hari ini.

Tepat 25 November 2017, pahlawan tanpa tanda jasa diseluruh penjuru bangsa memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 72. Bersamaan juga dengan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Tidak sedikit ucapan yang datang pada moment tersebut. Satu diantaranya dari Kepala Dinas Pendidikan Ketapang, H Jahilin MPd.

“Saya mengucapkan selamat HUT HGN dan PGRI ke 72, semoga guru memperoleh kesejahteraan, semakin profesional dalam mendidik dan guru bahagia,” ucap Jahilin, Minggu (26/11).

Dikatakan Jahilin, guru merupakan pendidik cendikia bangsa. Menurutnya, guru memang bukan orang hebat, namun semua orang hebat berasal dari didikan seorang guru.

Moment HGN, sambung Jahilin, mungkin masih ada yang beranggapan bahwa kesejahteraan guru masih kurang. Namun, saat ini guru sudah memiliki tunjangan profesi dan tunjangan daerah khusus sebanyak satu kali gaji pokok. Ditambah lagi dengan Tambahan Penghasilan (Tamsil).

“Hal itu semua tentu merupakan salah satu wujud mensejahterakn guru. Belum lagi ditambah gajinya, dimana sesuai Peraturan Pemerintah (PP) yaitu sama dengan gaji PNS lainnya,” ungkap dia.

Jika dihitung, lanjut dia, pasti tidak akan cukup. Untuk itu mungkin saat ini Pemerintah Pusat mungkin sedang memikirkan beberapa terobosan dalam hal mensejahterakan guru.

Seperti misalnya bagi guru yang belum memiliki rumah, Pemerintah bisa bekerjasama dengan depelover untuk rumah murah dengan tanah disusupi oleh Pemerintah Daerah(Pemda). Kemudian bisa juga bekerjasama kepada perbankkan yang dibantu subsidi kredit murah dengan pemda memikirkan tanahnya.

“Sehingga ketika guru sudah memiliki rumah disuatu tempat terpencil dan daerah khusus, maka tidak akan lagi memikirkan mau pindah. Lantaran sudah memiliki rumah pribadi. Tentu jika itu bisa dilaksanakan tujuannya dalam rangka kesejahteraan guru,” terangnya.

Ditambahkannya, profesionallitas seorang guru juga harus terus ditingkatkan, terlebih kurikulum terus berganti. Karena dunia juga dalam hitungan tahun bahkan menit berganti. Sehingga guru dituntut menyesuaikan dan tidak bisa mutu dengan gaya mengajar dan metode lama.

“Oleh karenanya guru harus terus dibina keprofesinalannya agar mampu mengikuti perkembangan jaman. Terutama dalam memberikan pendidikan kepada peserta didiknya,” pungkasnya.(absa)

Foto: Kepala Dinas Pendidikan Ketapang, H Jahilin.

KETAPANGNEWS.COM—Keberhasilan guru diseluruh penjuru bangsa dalam melahirkan orang hebat patut mendapat reward dari Pemerintah. Tak sedikit peranannya dalam menoreh prestasi terhadap bangsa Indonesia. Maka sesuatu yang wajar jika kesejahteraan guru mulai diperhatikan oleh Pemerinta hari ini.

Tepat 25 November 2017, pahlawan tanpa tanda jasa diseluruh penjuru bangsa memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 72. Bersamaan juga dengan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Tidak sedikit ucapan yang datang pada moment tersebut. Satu diantaranya dari Kepala Dinas Pendidikan Ketapang, H Jahilin MPd.

“Saya mengucapkan selamat HUT HGN dan PGRI ke 72, semoga guru memperoleh kesejahteraan, semakin profesional dalam mendidik dan guru bahagia,” ucap Jahilin, Minggu (26/11).

Dikatakan Jahilin, guru merupakan pendidik cendikia bangsa. Menurutnya, guru memang bukan orang hebat, namun semua orang hebat berasal dari didikan seorang guru.

Moment HGN, sambung Jahilin, mungkin masih ada yang beranggapan bahwa kesejahteraan guru masih kurang. Namun, saat ini guru sudah memiliki tunjangan profesi dan tunjangan daerah khusus sebanyak satu kali gaji pokok. Ditambah lagi dengan Tambahan Penghasilan (Tamsil).

“Hal itu semua tentu merupakan salah satu wujud mensejahterakn guru. Belum lagi ditambah gajinya, dimana sesuai Peraturan Pemerintah (PP) yaitu sama dengan gaji PNS lainnya,” ungkap dia.

Jika dihitung, lanjut dia, pasti tidak akan cukup. Untuk itu mungkin saat ini Pemerintah Pusat mungkin sedang memikirkan beberapa terobosan dalam hal mensejahterakan guru.

Seperti misalnya bagi guru yang belum memiliki rumah, Pemerintah bisa bekerjasama dengan depelover untuk rumah murah dengan tanah disusupi oleh Pemerintah Daerah(Pemda). Kemudian bisa juga bekerjasama kepada perbankkan yang dibantu subsidi kredit murah dengan pemda memikirkan tanahnya.

“Sehingga ketika guru sudah memiliki rumah disuatu tempat terpencil dan daerah khusus, maka tidak akan lagi memikirkan mau pindah. Lantaran sudah memiliki rumah pribadi. Tentu jika itu bisa dilaksanakan tujuannya dalam rangka kesejahteraan guru,” terangnya.

Ditambahkannya, profesionallitas seorang guru juga harus terus ditingkatkan, terlebih kurikulum terus berganti. Karena dunia juga dalam hitungan tahun bahkan menit berganti. Sehingga guru dituntut menyesuaikan dan tidak bisa mutu dengan gaya mengajar dan metode lama.

“Oleh karenanya guru harus terus dibina keprofesinalannya agar mampu mengikuti perkembangan jaman. Terutama dalam memberikan pendidikan kepada peserta didiknya,” pungkasnya.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.