Tangisan Dibalik Ratanya Pasar Bujang Hamdi

Pedagang Menangis
Dua orang pedagang menangis terisak-isak seraya berpelukan dengan anggota Pol PP perempuan, Sabtu (21/10). Dok: KN

KETAPANGNEWS.COM—Pasca di eksekusinya pasar Haji Bujang Hamdi di Jalan KH Mansyur, Delta Pawan Kabupaten Ketapang meninggalkan banyak kesedihan. Bagaimana tidak, semula pasar tersebut berdiri dengan tataan bersih, kini sudah rata dengan tanah.

Tak sedikit cucuran air mata kesedihan dari para pedagang. Diantaranya para wanita yang telah menggantungkan hidupnya berjualan di Pasar tepat berada ditengah kota tersebut.

“Saya tidak sanggup, kami hanya mencari sesuap nasi dari berjualan disini. Tidak lebih dari itu,” lirih Surati, salah satu pedagang sembako ketika menyaksikan kiosnya digusur, Sabtu (21/10).

“Kami tidak tidak mencari kekayaan, kami hanya mencari sesuap nasi. Saya berdagang bukan hanya membiayai diri pribadi. Melainkan juga membiayai orang tua saya yang saat ini sedang sakit,” timbal Eli, salah satu pedagang sayur.

“Saat ini saya sedang memerlukan uang untuk berobat orang tua saya. Dengan pasar ini dibongkar, kami tidak tahu mau berjualan kemana lagi. Karena saya juga tidak punya lapak,” lanjut Eli.

Pedagang Mengambil Jualannya Disisa Reruntuhan-1
Para pedagang sedang memungut jualannya disela reruntuhan kiosnya pasca dibongkar, Sabtu (21/10). Dok: KN.

Tidak hanya itu, banyak pula pedagang lain yang hampir sama keluhannya. Bahkan berteriak kencang lantaran tak mampu menerima kenyataan. Bagaimana tidak, diantara pedagang memiliki hutang sebagai modal dan lain sebagainya.

Meski tangis haru dan ingin berontak, tampaknya tak akan merubah keadaan. Pasalnya, Pemerintah Daerah (Pemda) sudah melakukan pembongkaran. Karena pasar tersebut illegal. Sementara, tujuan pemerintahpun baik, yakni agar para pedagang berjualan di jalur aturan yang benar.

Kesedihan saat penertiban yang terbilang sejarah di Ketapang tersebut tak hanya muncul dari tangis. Tetapi ada hal lain, satu diantaranya seperti pedagang memutik jualannya disisa reruntuhan dan banyak lagi cerita di kejadian Sabtu kelabu bagi para pedagang.(absa).

2 Responses to "Tangisan Dibalik Ratanya Pasar Bujang Hamdi"

  1. bram   22 October, 2017 at 9:01 am

    Semoga cepat di carikan lapak baru buat pedagang yang di gusur..

    Reply
  2. Anak Kayong   24 October, 2017 at 12:09 am

    Turut prihatin utk seluruh pedagang, semoga diberikan kelapangan kesabaran dan pengganti rezeki yg luas dan pemda segera mencarikan tempat pengganti berdagang yg layak/bagus jgn hanya menggusur tp diberikan jg solusi utk saudara2 pedagang kecil yg hanya ingin mencari rezeki halal demi sesuap nasi.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.